Laporkan Masalah

ANALISIS TRADE-OFF SISTEM USAHATANI TEMBAKAU RAKYAT DI WILAYAH SINDORO-SUMBING KABUPATEN TEMANGGUNG

Danang Manumono, Ir.,MS., Prof. Dr. Ir. Masyhuri

2011 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan petani melakukan sistem usahatani non-tembakau pada tahun yang akan datang dan untuk mengidentifikasi fenomena trade-off terhadap komponen usahatani jika dilakukan penggantian sistem usahatani tembakau dengan non tembakau. Penelitian dilakukan di lereng Gunung Sindoro-Sumbing, Kabupaten Temanggung. Sampel dusun dipilih bertahap dengan purposive sampling yaitu memiliki keragaman komoditas pada musim kemarau dan sampel petani diambil secara proporsional. Data analisis trade-off ditarik dari 724 sampel petani sesuai dengan wilayah sampel sebanyak 42 dusun. Analisa kemauan petani menggunakan model Logit metode Maximum Likelihood Estimator. Kajian trade-off menggunakan model bentuk Cobb-Douglas dengan dua model trade-off yaitu fungsi trade-off model harga dan fungsi trade-off model irigasi. Pengujian analisis kemauan petani menggunakan uji rasio likelihood (? = 0,05). Data primer dan kelompok diyakini memiliki gangguan heteroskedastik, maka data ditimbang dengan dikalikan akar jumlah sampel, dan analisis serta pengujian trade-off menggunakan metode Feasible FGLS dan dipilih model terbaik dari varlin, stdlin, depvar atau mult. Fenomena trade-off ditunjukkan pada koefisen variabel proporsi areal tanam (A) dan kurva trade-off dibentuk dua dimensi antara variabel terikat dengan variabel proporsi areal tanam. Di musim kemarau terdapat 11 sistem usahatani komositas dari 23 pola pergilir-an tanaman. Kemauan petani mengganti sistem usahatani komoditas dipengaruhi secara negatif oleh umur kepala keluarga, ketersediaan tenaga dalam keluarga, dum-my jarak lahan, produktivitas ekonomi lahan pada tahun berjalan (t = 0), harga temba-kau pada tahun berjalan dan harga komoditas non tembakau pada tahun berjalan. Sedangkan ketinggian relatif lahan, pengalaman petani menanam tembakau, produk-tivitas ekonomi lahan tahun sebelumnya (lag -1) dan pengalaman pernah menanam komoditas non tembakau berpengaruh positif, serta variabel luas lahan garapan, dummy hadap lahan, serapan modal, dan harga komoditas non tembakau tahun se-belumnya tidak berpengaruh nyata. Secara umum hasil analisis trade-off menunjukkan akibat perubahan areal tanam tembakau menjadi non tembakau sebagai tujuan utama akan mengorbankan kepentingan petani yaitu meningkatnya penggunaan modal yang diimplementasikan melalui meningkatnya pembelanjaan beberapa jenis input usahatani, namun penerimaan petani relatif tidak menguntungkan. Fenomena trade-off akibat perubahan areal tanam tembakau menjadi non-tembakau di wilayah lereng Sindoro-Sumbing adalah penurunan areal tanam tembakau sebagai tujuan yang diinginkan ditukar dengan meningkatnya penggunaan modal usahatani dan menurunnya keuntungan petani sebagai tujuan yang tidak diinginkan.

This research aims to analyze of: (1) influencing factors farmers make decision of non tobacco farming system or tobacco farming system in next year. (2) Identifying trade-off phenomena on farming component if change in tobacco farming system with non-tobacco farming system This research was conducted in slope of Sindoro-Sumbing mountain, Temang-gung. Forty two sub-village sample were multistage sampling taken and farmers sample take in proporsional sampling. Cross-sectional data with total samples of 724 farmers to farmer decision analisys in non-tobacco farming system changing. Logit model in maximum likelihood estimator were employed data. Trade-off analysis in 42 sub village sample for input and output variables with proportion non-tobacco area change were used Cobb-Douglas type model and Feasible General Least Square methode to identified trade-off phenomena. Tradeoff phenomena was saw in proportion non-tobacco farming sistem area variable. The results show that 11 comodities farming system in dry season in 23 crops rotation. Factors influencing the decision choice of non-tobacco farming system on negative corelations which are age of family farmer chief, employ in family, dummy variable of land far, economic productivities land in t-0, tobacco price in t-0, and non-tobacco price in t-0. But positive corelation with relative altitude land, farmer experience’s in non- tobacco planting, economic productivities land in t-1, tobacco price in t-1, and non-tobacco price in t-1. And factors not influence are farmer land area, land position, and non tobacco price in t-1. Trade-off analysis shows trade-off phenomena was caused commodities farming system change, that state that exchange of the decreasing tobbaco areal plantation with increasing of total cost and some farming input, but not for farmer revenue

Kata Kunci : Sistem usahatani komoditas, kemauan mengganti tanaman tembakau, fenomena trade-off.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.