Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS BERDASARKAN KATEGORI ANGKA CD4 LIMFOSIT

Dumaria Ruth Damayanti, dr. Sekar Satiti, Sp.S(K)

2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Prevalensi insomnia pada populasi umum berkisar antara 10%-40% dimana pada populasi penderita HIV positif didapatkan prevalensi insomnia cukup tinggi sekitar 73%. Diduga ada beberapa faktor risiko yang berperan terhadap terjadinya insomnia pada penderita HIV, salah satunya adalah angka CD4 yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kejadian insomnia pada penderita HIV berdasarkan kategori angka CD4 limfosit. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang. Sampel penelitian adalah penderita HIV berobat ke Poliklinik Edelweis RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta selama kurun waktu Oktober 2010 - Desember 2010 yang dilakukan pemeriksaan angka CD4. Penderita HIV dikelompokkan berdasarkan angka CD4<200 sel/mm3 dan kelompok angka CD4>200 sel/mm3. Pasien dilakukan wawancara menggunakan inventori Insomnia Severity Index (ISI), Mini Mental State Examination (MMSE), dan The Centre for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 92 orang penderita HIV, dengan laki-laki 63 orang (68,5%) dan perempuan 29 orang (31,5%). Subjek yang mengalami insomnia pada kelompok angka CD4 < 200 sel/mm3 sebanyak 21 orang (45,7%) dan kelompok CD4 > 200 sel/mm3 sebanyak 11 orang (23,9%). Hasil uji statistik bivariat antara kategori angka CD4 limfosit dengan insomnia diperoleh perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,029 dan RP=1,909 (95% CI=1,043-3,49), tetapi tidak berhubungan bermakna secara analisis multivariat. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa gangguan kognitif (RP=3,324; 95% CI=1,108-9,975; p=0,032) dan depresi (RP=3,914; 95% CI=1,216-12,602; p=0,022) berhubungan secara independen terhadap terjadinya insomnia. Kejadian insomnia pada penderita HIV yang rawat jalan di Poliklinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebesar 34,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kejadian insomnia pada penderita HIV berdasarkan kategori angka CD4 limfosit. Kejadian insomnia dapat meningkat 3,3 kali lebih tinggi pada penderita HIV yang mengalami gangguan kognitif dan 3,9 kali lebih tinggi pada penderita HIV yang mengalami depresi.

Insomnia prevalence in general population approximately 10-40% and among HIV positive patients were found high prevalence approximately 73%. There are several risk factors thought to contribute to the occurrence of insomnia in HIV patients including low CD4 counts. This study is to compare the incidence of insomnia in HIV patients based on CD4 lymphocyte count category. The current study design was hospital-based cross-sectional study. The samples consisted of adult HIV patients who visited Edelweis Clinic of Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta between October 2010 - December 2010 and have CD4 count measurement. Samples divided into two groups according to CD4 count < 200 cell/mm3 and CD4 > 200 cell/mm3. Patients were recruited for interviews using inventories including Insomnia Severity Indeks (ISI), Mini Mental State Examination (MMSE), and The Centre for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D). There are 92 patients who attended this study. Among these, there are 63 (68,5%) male patients and 29 (21,5%) female patients. Subject had insomnia in CD4 < 200 sel/mm3 group is 21 patients (45,7%) and CD4 > 200 sel/mm3 group is 11 patients (23,9%). Bivariate analysis showed CD4 < 200 sel/mm3 category correlate significantly to insomnia, but not significantly on multivariate analysis. Result on multivariate analysis indicate cognitive impairment (RP=3,324; 95% CI=1,108-9,975; p=0,032) and depression (RP=3,914; 95% CI=1,216-12,602; p=0,022) correlate significantly to insomnia. Incidence of insomnia in HIV positive patients who outpatient in Edelweis Clinic Yogyakarta Hospital was 34,8%. This study concludes no difference in incidence of insomnia in HIV patients based on CD4 lymphocyte count category. Incidence of insomnia can be increased 3.3 times higher in HIV patients who experience cognitive impairment and 3.9 times higher in HIV patients who suffered depression.

Kata Kunci : angka CD4 limfosit, HIV, insomnia, kejadian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.