ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN SUBSIDI ANGKUTAN BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN IKAN KERING DI DISTRIK WAIGEO SELATAN KABUPATEN RAJA AMPAT
ABD. Rahman Wairoy, Ir., Dr. Soeranto, M.Ec.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanAnalisis dampak kebijakan subsidi angkutan bahan bahan bakar minyak terhadap pendapatan nelayan ikan kering di distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis dampak dari kebijakan subsidi Angkutan Bahan Bakar Minyak terdahap Perkembangan Usaha Nelayan Ikan Kering .(2). Menganalisis Tingkat pendapatan Nelayan Ikan Kering Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat sebelum dan sesudah adanya subsidi Angkutan BBM. Manfaat yang diharapkan adalah : (1) sebagai informasi perlu atau tidak adanya subsidi angkutan Bahan Bakar Minyak. (2) Tersedianya data dan informasi yang akurat tentang ketepatan target dan sasaran manfaat dari kebijakan subsidi angkutan bahan bakar minyak (3) Tersedianya informasi yang tepat tentang jumlah kebutuhan BBM untuk menggerakkan kegiatan usaha nelayan ikan kering (asin) di Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2010 sampai oktober 2010 di Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan para nelayan baik yang secara kelompok maupun seorang diri. Sebanyak 15 Responden nelayan yang diwawancarai. Selain identitas responden , data Primer yang dikumpulkan meliputi (1) jumlah Bahan Bakar Minyak yang digunakan, ( 2) jumlah jam melaut dalam sehari ( 3) jumlah hari melaut dalam sebulan. (4). Jumlah tenaga kerja dan (5) hasil tangkapan. Dengan menggunakan alat analisis korelasi untuk melihat derajad hubungan antar variabel, analisis regresi untuk menetukan kemungkinan bentuk hubungan anatar variabel dan analisis beda dua rata-rata untuk membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah adanya subsidi angkutan bahan bakar minyak. Dari alat-alat analisis tersebut, bahwa bahan bakar minyak berpengaruh sangat signifikan dan positip terhadap produsi ikan kering, Setiap penambahan 1 liter bahan bakar minyak menaikan produsi ikan kering (asin tenggiri) sebesar 4,438 kg dan setiap kenaikan 1 kg ikan kering (asintenggiri) akan menaikan pendapatan sebesar Rp10.356, (citeris paribus).
Analysis on the policy impact of fuel oil transport subsidies to the dry fish fishermen income in South Waigeo, Raja Ampat Regency. This research aims to (1) analyze the policy impact of Fuel Oil Transport subsidy to Development of Dried Fish Fisherman Business. (2) analyze the income level of Dried Fish Fisherman in South Waigeo, Raja Ampat Regency before and after the existing of fuel oil transport subsidy. The expected benefits are: (1) as information on nececcary or not the existing of fuel oil transport subsidy. (2) availability of accurate information and data about precision of target and policy benefits target of fuel oil transport subsidy (3) availability of appropriate information on amount of fuel oil need to move the business activities of dried (salted) fish fishermen in South Waigeo, Raja Ampat Regency. This research was conducted from September 2010 to October 2010 in South Waigeo, Raja Ampat Regency. The primary data collection was done by direct interviews with the fishermen either in group or alone. Total 15 fishermen respondents were interviewed. In addition to respondents identity, the primary data collected includes (1) total fuel oil used, (2) total hours at the sea in a day (3) total days at the sea in a month. (4). total workers and (5) the catch result. Using correlation analysis instrument to see the relationship degree between variables, regression analysis to determine the possibility of relationship forms betwen variables and two averages different analysis to compare the income before and after the existing of fuel oil transport subsidy. From these analytical instrument, that fuel oil is positive and significant influence to the dried fish production, each additional 1 liter of fuel oil the dried fish (salted tenggiri) production for 4.438 kgs but not applicable to the puri dried fish production , and each increase 1 kg of the mackerel dried fish (salted tenggiri) will increase the income Rp10.356, (citeris paribus).
Kata Kunci : Distrik Waigeo selatan, Subsidi BBM. Produksi Ikan kering asin tenggiri, ikan kering puri. Pendapatan nelayan ikan kering