ANALISIS RISIKO TANAH LONGSOR DESA TIENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Elna Multi Astuti, Dr. Djarot Sadharto W., M.Sc.
2011 | Tesis | S2 Magister Geo Informasi untuk Manajemen BencanaDesa Tieng Kecamatan Kejajar secara umum memiliki kondisi topografi yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya tanah longsor seiring dengan perkembangan perkembangan aktivitas manusia. Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya bencana alam tanah tanah longsor, maka perlu disediakan peta risiko tanah tanah longsor di Desa Tieng yang merupakan perpaduan antara peta bahaya dan peta kerentanan sebagai bahan pertimbangan yang penting dalam pencegahan dan penanggulangan tanah longsor. Penyusunan peta bahaya, kerentanan, dan risiko tanah longsor menggunakan ArcGIS dan ILWIS dengan menggunakan parameter hujan, lereng lahan, geologi, keberadaan sesar, kedalaman tanah, penggunaan lahan, infrastruktur, kepadatan pemukiman. Skoring dan pemberatan digunakan dalam penentuan peta bahaya dan kerentanan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak berstrata dengan berdasarkan zona bahaya tanah longsor di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zona tingkat bahaya tanah longsor terbagi menjadi 3 zona yaitu zona bahaya tinggi, sedang, dan rendah. Wilayah pemukiman berada pada zona bahaya tinggi dan sedang. Tingkat kerentanan total merupakan fungsi dari tingkat kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Tingkat kerentanan fisik menggunakan faktor persentase kawasan terbangun, kepadatan bangunan, dan jenis material banguan. Tingkat kerentanan sosial menggunakan faktor kepadatan penduduk, persentase penduduk usia tua-balita, dan penduduk wanita. Tingkat kerentanan ekonomi menggunakan faktor persentase rumah tangga yang bekerja di sektor rentan, dan persentase rumah tangga miskin. Masyarakat Desa Tieng membuat sistem terassering untuk berkebun dan membuat bangunan penahan dari batu untuk mengurangi bahaya tanah longsor. Kesimpulan penelitian ini Desa Tieng berada pada risiko tanah longsor sedang dan tinggi. Penduduk yang berada pada zona risiko tinggi sebaiknya direlokasi terutama penduduk yang terletak berdekatan dengan tebing.
This research was carried out in Tieng Village, where landslide constitute one of the main problems affecting not only the landcover but also human development. The objective of this research is to prepare landslide risk map of Tieng village, that include hazard factor and vulnerability factor. The preparation of this landslide risk map is a major step foward in landlside disaster management in Tieng village. Landslide hazard map, vulnerability map, and risk map in this research is prepared ArcGIS and ILWIS software to analyse their influencing parameters (rainfall, topography, geology, fault existing, soil depth, landuse, infrastructure, settlement density) and vulnerability parameters based on element at risk. Scoring and weighting of factors that influence landslide was applied to determine the grade of landslide hazard and vulnerability. Sample method in this study using stratified random sampling was used based on landslide hazard zone.. The result of this research is landslide hazard map of Tieng village that was divided into three classes namely high, moderate, and low. Settlement area is on the high zone and moderate zone. Element at risk which used in this research are community, settlement, and building. Total vulnerability is a function of physical vulnerability, social vulnerability and economic vulnerability. The Physical vulnerability uses factor of percent of constructed area, buildings density, and building material type. The Social vulnerability uses factor of population, the percentage of population in age of child, and the female population. The Economic vulnerability uses factor of percentage of households engaged in vulnerable sectors, and the percentage of poor households. Tieng village community makes terracing system for gardening and rocks building to decrease landslide hazard. The conclution of this research is Tieng village has the high and moderate landslide zone. Residents who are at the landslide high risk should be relocated especially located beside the cliff.
Kata Kunci : bahaya tanah longsor, tingkat kerentanan, tingkat risiko, relokasi