LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) UNTUK ANALISIS ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM (Camellia sinesis) (Studi Kasus di PT. Perkebunan Tambi, Wonosobo)
RIANA LISTANTI,S.TP, Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr.
2011 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik PertanianTeh (Camelia sinensis. L) adalah salah satu hasil pertanian dari sub sektor perkebunan merupakan penghasil devisa bagi negara. Dalam proses produksi teh, aspek efisiensi penggunaan energi tidak dapat dipisahkan dari setiap kesatuan produksi, sebab agroindustri khususnya industri pengolahan teh merupakan suatu bisnis yang harus menguntungkan sehingga dapat berkelanjutan. Audit energi merupakan langkah awal dalam pelaksanaan efisiensi dan konservasi energi. Audit energi dapat membantu memberikan gambaran penggunaan energi pada suatu proses produksi dan identifikasi terjadinya pemborosan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan dan energi dalam proses produksi teh hitam, menganalisis emisi gas buang dan limbah yang dihasilkan, dan menganalisis potensi dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan. Penelitian ini merupakan bentuk studi kasus sebagai upaya penerapan Life Cycle Assessment (LCA) pada perusahaan pengolahan teh hitam di PT. Tambi UP Tambi Wonosobo. Penelitian dibatasi pada aspek pengolahan yaitu mulai dari proses pelayuan sampai dengan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tahapan proses produksinya, konsumsi energi terbesar pengolahan teh diperlukan untuk pekerjaan pelayuan sedangkan konsumsi energi terendah pada pekerjaan pengemasan. Untuk memproduksi 1 kg teh kering diperlukan energi sebesar 7,66 MJ/kg teh kering, dimana 86,33% berasal dari listrik, 10,91% dari bahan bakar minyak, 1,94% dari bahan bakar kayu dan 0,81% dari tenaga manusia. Dari hasil analisis terhadap emisinya, kayu bakar yang merupakan bahan bakar utama untuk proses pelayuan dan pengeringan menyumbangkan emisi tertinggi. Emisi yang dihasilkan berpotensi lebih pada terjadinya dampak efek rumah kaca dibandingkan dengan dampak Acidification dan Eutrophication.
Tea (Camelia sinensis. L) is one of agriculture’s productions from plantation sub sector that is benefit creator to the country. In tea production process, efficiency aspect of the use of energy can’t be separated from each production, because agro industry especially tea processing industry is a business that must be beneficial so it can be advanced. Energy audit is a beginning step of efficiency and energy conservation actions. Energy audit can help giving perspective of energy using in a production process and identification of energy extravagance. This research aims to analyze the use of energy and material in black tea production process, analyze recycling gas emission and produced garbage, and analyze potential effect to the environment. This research is a case study form as an effort to apply Life Cycle Assessment (LCA) in black tea processing company in PT. Tambi UP Tambi Wonosobo. This research is limited on processing aspects that is from the process of wilting until packing. The result of this research shows that based on its production process, largest energy consumption of tea processing is needed for wilting process while smallest energy consumption is in packing process. To produce 1 kg of dry tea, it needs energy of 7,66 MJ/kg dry tea, where 86,33 % is from electricity, 10,91 is from oil fuel, and 1,94 % is from firewood, and 0,81 % is from human energy. From the analysis result to its emission, firewood is a primary fuel for wilting process and drying gives highest emission. The achieved emission has potential more in glass house effect rather than the effect if Acidification and Eutrophication.
Kata Kunci : Life Cycle Assessment, pengolahan, teh, analisis energi