Laporkan Masalah

PERANAN PPAT NOTARIS DALAM PEMBANGUNAN SISTEMI NFORMASPI ERTANAHAN

Ny.Liliana Arif Gond, SH., Prof. Dr. Maria S.W. Sumardjono, S.H., MCL., MPA.

2011 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari jawaban atas permasalahan yang ada, yaitu ingin mengetahui : 1. Usaha yang telah, sedang atau akan dilaksanakan untuk menyediakan peta dasar pendaftaran dan daftar umum. 2. Pelaksanaan keharusan mendaftar akta PPAT – Notaris di Kantor Pertanahan. 3. Pelayanan informasi yang diperlukan oleh PPAT – Notaris dalam rangka pembuatan akta-akta peralihan hak atas tanah dan pembebanan hak atas tanah oleh Kantor Pertanahan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis- normatif dan empiris, dan data dianalisis dengan motede deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi DKI Jakarta dan tiga kantor jajarannya, yaitu Kantor Pertanahan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan serta beberapa Kantor PPAT/Notaris di masing-masing wilayah kerja Kantor Pertanahan yang diteliti. Data diambil dari kepustakaan berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, serta dari data lapangan dengan wewancarai 45 (empatpuluh lima) orang PPAT – Notaris dan narasumber dari Kantor Pertanahan. Penelitian menemukan bahwa di wilayah DKI Jakarta telah dan sedang dikembangkan DKI On Line, melalui teknologi informasi yang dapat menunjang efektifitas, produktifitas dan efisiensi kerja Kantor Pertanahan sebagai salah satu instansi pelayanan Publik. Peluang itu terwujud karena adanya hubungan saling melengkapi yaitu PPAT-Notaris telah melaksanakan kewajiban mendaftar akta akta Peralihan Hak dan Pembebanan Hak atas tanah secara tepat waktu dan lengkap. Sebaliknya Kantor Pertanahan telah memberi pelayanan informasi data yang diperlukan PPAT – Notaris dalam rangka pembuatan akta-akta Peralihan Hak dan Pembebanan Hak Atas Tanah. Hubungan yang saling sinergi telah mendukung pembangunan Sistem Informasi Pertanahan.

The research purpose is to seek the answers to existing issues, such as: 1. The efforts which had performed, is performing, or will performing to provide the registration basic map and general register. 2. The requirement service to submit the deeds drawn up by Land Deed Officer – Notary Public to Land Office. 3. The information service provided by Land Office which is required by Land Deed Officer – Notary Public in the matters of drawing up the land rights transfer deeds and imposition of the land rights deeds. This research represents the juridical-normative and empirical approach, and the data is analysed in descriptive qualitative method. The research locations are on Regional office of National Land Agency of DKI Jakarta Province and its three related offices, such as West Jakarta Land Office, Central Jakarta Land Office and South Jakarta Land Office including several Land Deed Officer-Notary Public Office in each work area of the research Land Office. Literature data consists of primary and secondary law materials, and the field data collected by interviewing 45 (forty five) persons from Land Deed Officer-Notary Public Office and source persons from Land Office. The research found that in DKI Jakarta had developed and is developed the On Line DKI through the information technology which will support the work efectivity, productivity and efficiency in Land Office as one of the public service institution. The possibility occured because of there is mutual relationship such as The Land Deed Officer-Notary Public has perform its obligation to submit the deeds of land transfer and imposition of the land rights in actual time and complete, and the Land Office provide the data information service required by Land Deed Officer- Notary Public for purpose of drawing up the deeds of the land transfer and imposition of the land rights. Such symbiosism mutualism has supported the Land Information System development.

Kata Kunci : Peran PPAT, Sistem Informasi Pertanahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.