Laporkan Masalah

STUDI PERDAGANGAN KARBON DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA WILAYAH TUMPANG TINDIH FUNGSI KAWASAN DI SEGAH, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR

HARI MOELYONO, Dr. Eko Haryono, M.Si.

2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Pemanasan global telah menjadi masalah setiap negara baik, perubahan fenomena alam telah menjadi ancaman serius bagi negara yang berada di dekat garis pantai, karena besarnya dampak yang diakibatkannya sehingga memaksa semua negara untuk berpikir bagaimana caranya terbaik untuk paling tidak menghambatnya, berbagai macam usulan dan program coba dikembangkan untuk dapat terapkan guna mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah konsep perdagangan karbon melalui program REDD yang pada prinsipnya adalah mencegah terjadinya peningkatan emisi karbon dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan. Dengan konsep REDD ini diharapkan dapat menghambat efek gas rumah kaca di bumi. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode deskripsi eksploratif yang menggabungkan antara metode kualitatif dengan menggunakan in depth interview untuk mengkaji pola mekanisme dan faktor penentu terjadinya perdagangan karbon (REDDI) dan menggunakan metode kuantitatif melalui pengukuran langsung, jenis, tinggi dan diameter pohon serta luasan arealnya, untuk dapat mengkaji bagaimana mengetahui stok karbon yang di miliki oleh areal tumpang tindih dengan areal HPH PT. Inhutani I Unit Labanan, dan bagaimana proses penentuan zonasi berpotensi stok karbon tinggi pada kedua areal tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan sederhana Hairiah et al 1999. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa; REDDI merupakan konsep yang mempunyai banyak segi positifnya meliputi bidang konservasi tanah, air, udara, flora, fauna, ekonomi, pemerintahan dan budaya, kemudian REDDI juga memiliki pola mekanisme yang sangat kompleks dan rawan terhadap terjadinya permasalahan baik dari dalam maupun dari luar, namun demikian REDDI merupakan peluang besar yang sangat mungkin dilaksanakan di Kabupanten Berau dan mungkin di beberapa daerah lainnya yang telah memenuhi berbagai syarat dan kondisinya, selain itu ternyata daerah tumpang tindih yang semula dianggap tidak bernilai stok karbon dan lebih di karenakan konflik yang terjadi, namun pada akhirnya terbukti bahwa areal ini memiliki potensi stok karbon yang sangat tinggi dengan konsep REDDI dan dengan program REDDI Kabupaten Berau akan dapat membangun daerahnya sendiri dari banyak sisi, terutama dari perbaikan sistem tata kelola pemerintahan.

Global warming has become a matter for each country, changes in natural phenomena has become a serious threat to the country near coastline, because the size of the impact that forces all countries to think how best to at least discourage it, the various proposals and programs were try to develop to be applied in order to achieve these objective, one of them is the concept of carbon trading through REDD programs which in principle is to prevent the increase in carbon emissions from deforestation and forest degradation. REDD concept is expected to inhibit the effects of greenhouse gases in the earth. Implementation of this research use exploratory description method that combines qualitative method using in depth interview to assess the patterns and determinants of the occurrence mechanism of carbon trading (REDDI) and using quantitative methods through direct measurement, type, height and diameter of trees and extent of their area, to be able to examine how to know the carbon stock is owned by the overlapping area with concession area. Inhutani I Labanan Unit, and how the process of determining zoning of high potential carbon stocks in both areas. Measurement is done by using a simple calculation method Hairiah et al 1999. Based on the results of research and discussion that has been conducted it was concluded that; REDDI is a concept that has many positive aspects include field of soil conservation, water, air, flora, fauna, economy, governance and culture, then REDDI also has a complex patterns of mechanisms and prone against the occurrence of internal and external problems, but may be REDDI is a big opportunity in Berau district and perhaps in some other areas that have met the various requirements and conditions, but it turned out to overlap the area previously considered not worth the carbon stock and more in because of the conflict, but in the end proved that this area has the potential carbon stocks are very high with the concept REDDI and the REDDI program Berau will be able to build its own country from many sides, especially from improved governance systems

Kata Kunci : Perdagangan Karbon, Stok Karbon, REDDI.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.