Laporkan Masalah

PERAN PERSILANGAN KATEGORISASI DAN KOMPETENSI SOSIAL TERHADAP KEPERCAYAAN ANTAR KELOMPOK

H.Suhaimi S.SOS.I, Prof. Dr. Faturochman

2011 | Tesis | S2 Psikologi

Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk mengetahui peran persilangan kategorisasi dan kompetensi sosial terhadap kepercayaan antar kelompok. Kedua, untuk mengetahui peran persilangan kategorisasi dengan kepercayaan antar kelompok. Ketiga, untuk mengetahui peran kompetensi sosial dengan kepercyaan antar kelompok. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel di asrama-asrama mahasiswa etnis Papua dan Dayak-Banjar di Yogyakarta. Keseluruhan subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 94 laki-laki, yang terdiri dari 47 subyek dari setiap etnis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dan uji t-test sebagai analisis tambahan. Adapun hasil dari analisis regresi berganda tersebut menunjukkan bahwa persilangan kategorisasi dan kompetensi sosial berperan positif terhadap kepercayaan antar kelompok dengan nilai R = 0,58, F regresi = 23,99, dengan p < 0,01. Adapun sumbangan efektif variabel persilangan kategorisasi dan kompetensi sosial terhadap kepercayaan antar kelompok terlihat dari nilai Rsquare= 0,345. Ini berarti kepercayaan antar kelompok diprediksi oleh persilangan kategorisasi dan kompetensi sosial sebesar 34,5 %, sedangkan 65,5 % sisanya ditentukan oleh variabel lain. Kemudian hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa persilangan kategorisasi berperan positif terhadap kepercayaan antar kelompok dengan nilai coefficients Beta 0,29 dengan nilai t = 2,94, dan p <0,05. Sementara itu, kompetensi sosial berperan positif terhadap kepercayaan antar kelompok dengan nilai coefficients Beta 0,52 dengan nilai t = 5,88, dan p <0,01. Sementara itu hasil analisis tambahan dari uji t-test menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan kepercayaan antar kelompok antara etnis Papua dengan etnis Dayak-Banjar, yang memiliki nilai t = 5,02 dengan p < 0,01. Nilai rerata kepercayaan antar kelompok etnis Dayak- Banjar memiliki nilai 85,66, sedangkan nilai rata-rata etnis Papua memiliki nilai 77,43.

The first objective of this research was to study the roles of crossed categorization and social competence toward inter-group trust. Secondly, to study the role of crossed categorization toward inter-group trust. Third, to study the role of social competence toward inter-group trust. Research was conducted by taking samples Papua and Dayak-Banjar ethnics who lived in student-hostel in Yogyakarta. Total subject involved were 94 male, 47 subject of each ethnic. Total subject involved were 94 male, 47 subject of each ethnic. Multiple regression analysis and t-test, as additional analysis, were used to analyze data. Multiple regression analysis reveals that crossed categorization and social competence were positively play role toward inter-group trust with R = 0,58, F regression = 23, 99, and p <0,01. A valuable contribution of crossed categorization and social competence on inter-group trust displayed by Rsquare = 0,345. This suggests that inter-group trust can be predicted by crossed categorization and social competence as 34,5 % whereas 65, 5 % was determined by other variable. Regression analysis reveals that crossed categorization positively contribute toward inter-group trust with Beta Coefficient 0,29 with t = 2,94 and p <0,05. In addition, social competence also positively contribute toward intergroup trust with Beta Coefficient 0,52 with t = 5,88 and p <0,01. Additional analysis results from t-test demonstrates difference inter-group trust between Papua students and Dayak-Banjar was exist, t = 5,02 with p <0,01. Mean of intergroup trust for Dayak-Banjar ethnic and Papua ethnic were 88,66 and 77,43, respectively.

Kata Kunci : kontak, persilangan kategorisasi, kompetensi sosial, dan kepercayaan antar kelompok.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.