RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT UDANG KERING DAN OPTIMALISASI RENDEMEN DAN KUALITAS PADA SISTEM PRODUKSI EBI SKALA INDUSTRI KECIL
MURLIADI PALHAM, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA
2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem TeknikKota Tarakan merupakan kota pulau dan mempunyai banyak potensi hasil perikanan terutama udang. Sebagian udang terutama yang kecil diolah oleh masyarakat menjadi udang kering (ebi). Metode pengolahan udang menjadi ebi termasuk proses pengupasan kulit masih menggunakan metode manual (gebukan). Metode tersebut sangat melelahkan bagi pekerjanya dan belum efektif dimana rendemen dan kualitas ebi yang dihasilkan rendah karena banyak udang kering yang patah dan tidak semua kulit udang terkelupas dengan baik. Untuk meningkatkan rendemen dan kualitas ebi serta mengurangi penggunaan tenaga manusia, maka dilakukan penelitian, perancangan, dan pembuatan alat-mesin pengupas kulit udang kering. Alat-mesin hasil perancangan tersebut terdiri atas enam bagian utama yaitu : rangka, unit saluran masuk, sistem pengupas, unit penyaluran hasil kupasan, sistem transmisi daya, dan sistem penggerak. Sebagai tenaga penggerak alat-mesin tersebut menggunakan motor bensin dengan daya 5,5 HP. Prinsip kerja alat-mesin tersebut adalah tumbukan dan gesekan. Bahan yang masuk melalui saluran masuk akan mengalami gaya gesekan dan tumbukan oleh pengupas yang berputar dan landasan yang tetap sehingga kulitnya terkelupas. Kapasitas produksi alat-mesin tersebut rata-rata 24,3 kg/jam dan konsumsi bahan bakar 0,93 liter/jam dalam dua kali pengupasan. Kualitas hasil pengupasan alat-mesin lebih baik dari pada metode manual yaitu mencapai 86,1% udang utuh dan bersih dari kulit sedangkan metode manual hanya 39,1%. Dari analisis ekonomi diperoleh net benefit-cost ratio (B/C) 1,22, titik impas pada total penjualan Rp 7.551.369,00, jangka waktu pengembalian modal 9 bulan 25 hari serta Return of Invesment (ROI) sebesar 18,95%.
Tarakan City is an island city and has so many potentials for fishery products, particularly shrimp. Most of the shrimp, particularly small ones, are processed by the community into dried shrimps (ebi). Ebi shrimp processing methods including the process of peeling the skin is still using manual methods (thumper). The method is very exhausting for the workers and has not been effective, where the yied and quality of dried shrimps produced are low due to many broken dried shrimps and badly peeled shrimps. In order to improve the yield and quality of dried shrimps as well as decreasing the use of human labor, research, planning, and the manufacture of peeler machine for dried shrimps are carried out. The peeler machine consists of six main parts, such as: frame, inlet unit, peeler system, outle unit, power transmission system, and drive system. As a driving force, the peeler machine uses gasoline engine with a power of 5.5 HP. The working principles of the machine tool are collision and friction. Substances entering through the inlet will undergo friction and collision in a spinning peeling system with a anvil base, which results in peeled dried shrimps. The average production capacity of the peeler machine is 24,3 kg/hour and fuel consumption is 0.93 liters/hour in two times peeling. The quality of peeling results obtained from peeler machine is better than by manual method, which can produce 86.1% whole shrimps and clean from the shell while the only produces 39.1%. From the economic analysis obtained net benefits-cost ratio (B/C) 1.22, break-even point in the total sales of Rp 7,551,369.00 with payback period of 0.82 years or 9 months and 25 days, and Return of Investment (ROI) as many as 18.95%.
Kata Kunci : udang kering, ebi, mesin pengupas, kulit udang