Laporkan Masalah

RESPON PARA PEMANGKU KEPENTINGAN BISNIS KELAPA SAWIT DI INDONESIA TERHADAP PEMBERLAKUAN RED OLEH UNI EROPA

Rosita Dewi, Prof. Dr. M. Mohtar Mas'oed

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Pemberlakuan Renewable Energy Directive (RED) oleh Uni Eropa membawa dampak tidak hanya bagi negara-negara anggota Uni Eropa, akan tetapi juga bagi negara non anggota. RED tersebut (2009/28) mengatur mengenai target penggunaan energi terbarukan sebesar 20% untuk tahun 2020 dan minimal 10% penggunaan biofuel untuk transportasi. Directive ini juga mengatur mengenai kriteria dan standar keberlanjutan dalam konsumsi dan produksi biofuel negara-negara Uni Eropa. Kebijakan ini juga bersifat mengikat seluruh anggota Uni Eropa. Kondisi ini membawa dampak bagi negara pengekspor minyak nabati ke Uni Eropa, termasuk Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Adanya pemberlakuan RED ini mendapat respon yang berbeda-beda dari para pemangku kepentingan bisnis kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini membahas mengenai dampak kebijakan energi terbarukan Uni Eropa (RED) terhadap keberlanjutan pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisa respon para pemangku kepentingan dalam usaha kelapa sawit di Indonesia terhadap pemberlakuan RED, serta pilihan tindakan dari masing-masing pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan dari pemberlakuan RED tersebut.

The implementation of Renewable Energy Directive (RED) by European Union has an impact not only for European Union member countries but also for non member countries. This directive is called mandatory target of a 20% share of renewable energies in the EU's energy mix by 2020 and at least 10% share of biofuels in transport by 2020. This regulation also set on sustainability criteria for biofuels that will used by European Union member countries. Indonesia as a biggest palm oil producer in the world concerns about the implementation of this legislation. The directive will impact the trade of the Indonesian palm oil to EU member countries. Furthermore, this condition shows many reactions from the stakeholder of Indonesian palm oil business. This research is qualitative research with descriptive analysis method. This research discusses about the impact of the implementation of EU renewable enrgy directive on sustainability of Indonesia palm oil development. This research also analyze about the response of the Indonesian palm oil stakeholder after the implementation of RED by EU and the strategy that taken by stakeholder after the implementation of RED by EU.

Kata Kunci : Renewable Energy Directive (RED), Uni Eropa (UE), Respon Pemangku Kepentingan, Kelapa Sawit Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.