Laporkan Masalah

KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM AGROPOLITAN DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

ABU MUSYAFA AHMAD, Ir. Kawik Sugiana M.Eng, Ph.D

2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian keberhasilan program agropolitan dan menemukenali faktor-faktor yang mempengaruhi capaian keberhasilan program tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 (tiga) Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) di Kawasan Agropolitan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan mengambil responden sebanyak 90 orang yang terdiri dari 30 orang tiap DPP. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 90 responden dan dilengkapi dengan wawancara mendalam (depth interview) secara simple random sampling. Data hasil penelitian diolah dengan statistik deskriptif agar lebih mudah dianalisis lebih lanjut. Kemudian data dianalisis dengan one way anova dan paired sample t-test untuk melihat keterkaitan dan variasi yang terjadi antar DPP. Selanjutnya dianalisis korelasi untuk melihat hubungan antar variabel independen dan variabel independen yang berkorelasi dianalisis faktor untuk mengetahui variabel yang dominan dan memberikan kontribusi yang paling besar. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel dependen capaian keberhasilan program. Semua proses analisis statistik menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) for windows versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga indikator capaian keberhasilan program yaitu: (1) variasi produktivitas padi, (2) tingkat produktivitas padi dan (3) tingkat pendapatan petani, secara umum memiliki kecenderungan “berhasil” terutama di DPP-1 dan DPP-2. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi capaian keberhasilan program yaitu: 1) tingkat pendidikan, 2) pekerjaan, 3) lama usaha (bertani), 4) sumber modal, 5) luas lahan, 6) kondisi sarana penunjang dan 7) kinerja petugas. Dapat disimpulkan bahwa Program Agropolitan telah berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, sehingga layak untuk diteruskan. Disarankan agar pihak-pihak yang terkait program agropolitan tersebut dapat lebih intens berkoordinasi dan memberikan bimbingan kepada pelaku usaha dengan mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan agar perkembangan program tersebut lebih mencapai sasaran yang diharapkan.

This study aims to measure the achievements of agropolitan program and to evaluate factors that influence such achievement. The research was conducted in 3 (three) Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) in the area Agropolitan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara by taking 90 respondents consisting of 30 persons in each DPP. The primary data were obtained through questionnaires distributed to 90 respondents, and is followed by in-depth interviews by simple random sampling. The data is analized by descriptive statistics method so it will be easier to be analyzed. Data then were analyzed by one way ANOVA and paired sample t-test to see linkages and variations that occur between the DPP. Furthermore, correlations were done to see the relationships between independent variables and independent variables to determine the dominant variables and provide the greatest contribution. Furthermore, multiple linear regressions were done to see the effect on the dependent variable achievements of the program's success. All the statistical analysis were done using SPSS (Statistical Package for Social Sciences) for windows version 16.0. The research showed that 3 (three) indicators of achievement which: (1) the difference of rice productivity, (2) rice productivity and (3) farmer's income, in general, have a tendency to succeed, especially in the DPP-1 and DPP-2. Meanwhile, 7 (seven) factors were found that influenced the success of the program which are: 1) the level of education, 2) work, 3) farming experience, 4) the source of capital, 5) agricultural land area, 6) supporting facilities and 7) performance officers. It can be concluded that Agropolitan Program has successfully increased productivity and incomes of farmers, and therefore the program could be continued. Further, it recommends that coordination among stakeholder is to be strengthen so that program will be more successful

Kata Kunci : agropolitan, produktivitas, analisis faktor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.