Laporkan Masalah

PERBEDAAN KEBOCORAN MIKRO RESIN KOMPOSIT METAKRILAT DAN SILORANE SERTA LETAK DINDING GINGIVAL DI EMAIL DAN DENTIN RESTORASI KAVITAS KELAS II

Fransiska Andriani, Drg. Pribadi Santosa, MS., SpKG.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi Gigi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebocoran mikro resin komposit metakrilat dan silorane serta letak dinding gingival di email dan dentin restorasi kavitas kelas II Subjek penelitian menggunakan 20 gigi premolar maksila, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok A, aplikasi resin komposit metakrilat (A1 pada dinding gingival di email, A2 di dentin), kelompok B aplikasi resin komposit silorane (B1 pada dinding gingival di email, B2 di dentin). Subjek penelitian disimpan dalam saliva buatan selama 24 jam dalam inkubator suhu 370C, dilakukan thermocycling suhu 4-600 C setiap suhu 1 menit diulang selama 25 kali. Tes kebocoran mikro dilakukan dengan cara subjek penelitian direndam dalam larutan biru metilen 2% di dalam inkubator suhu 370C selama 24 jam dan disentrifus kecepatan 3000 rpm selama 5 menit. Subjek penelitian diamati di bawah mikroskop stereo pembesaran 250 kali dan diberi skor kebocoran mikro 0- 4. Analisa data dengan Kruskal-Wallis test (p≤0,05) dan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney U-test. Hasil penelitian dengan nilai rerata kebocoran mikro kelompok A1 1,3±0,675, kelompok A2 1,60±1,430, kelompok B1 0,80±0,632, kelompok B2 0,40±0,516. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kebocoran mikro yang signifikan antara kelompok A1, A2 terhadap B1,B2. Tidak ada perbedaan kebocoran mikro yang signifikan antara kelompok A1, B1 terhadap A2, B2. Kesimpulan penelitian adanya perbedaan kebocoran mikro antara resin komposit metakrilat dan silorane. Kebocoran terendah pada restorasi resin komposit silorane. Tidak ada perbedaan kebocoran mikro pada restorasi resin komposit kavitas kelas II antara dinding gingival di email dan di dentin.

The aim of this study was to compare the efficacy of Methacrylate-based and Silorane-based resin composite on the microleakage of class II direct restorations which were measured at the gingival cavosurface margins located on enamel and dentin. A total of 20 extracted human maxillary premolars were randomly divided into 4 groups of 10. After all groups were treated with class II cavity preparation, subsequently group A was filled with methachrylate resin composite (A1 for class II with gingival margin located on enamel and A2 located on dentin). Group B was filled with Silorane resin composite (B1 for Class II with gingival margin located on enamel and B2 located on dentin). Specimens were stored in artificial saliva for 24 hours at 37ºC, thermocycled (4º - 60º x 25) and then immersed in 2% methylene blue dye for 24 hours and centrifuge for 5 minutes 3000 rpm. Dye penetration was assessed using stereo microscope 250 magnification according to a 4-point scale. Data was analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney U tests at ≤ 0.05 significance level and 95% confidence level. The results of the study showed that the microleakage means of group A1 was 1,3±0,675, group A2 1,60±1,430, group B1 0,80±0,632, group B2 0,40±0,516. There was a difference on microleakage between group A1, A2 and B1, B2. There was no difference on microleakage between group A1, B1 and A2, B2. It was concluded that there was a difference between methachrylate and silorane-based resin composite where silorane showed least microleakage. There was no difference on microleakage when gingival margin of class II direct restorations located at enamel or dentin.

Kata Kunci : metakrilat, silorane, dinding gingival, kebocoran mikro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.