Laporkan Masalah

PEMBUATAN ARSITEKTUR ENTERPRISE PENGELOLAAN DATA KEPENDUDUKAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING : STUDI KASUS E-GOV DI PEMERINTAH KOTA SALATIGA

ANDI FAUZAN ARIFIANTO, Widyawan, ST.,M.Sc.,Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Tekn.Informasi

Dalam pengembangan e-Gov di pemerintah daerah, data kependudukan menempati posisi yang sangat penting. Hal ini karena tingkat interoperabilitas data penduduk pada berbagai sistem informasi yang ada pada pemerintah daerah. Nomor induk penduduk (NIK) yang merupakan single identity number (SIN) nantinya akan dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen identitas lainnya. Kendala yang dihadapi oleh pemerintah kota Salatiga dalam pembangunan sistem informasi pengelolaan data kependudukan yaitu dilakukan tanpa membangun arsitektur terlebih dahulu sebagai landasan bagi pengembangan sistem informasi. Aplikasi SIAK yang merupakan aplikasi kependudukan nasional merupakan “kiriman” dari pemerintah pusat yang pada kenyataan belum mampu sepenuhnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam administrasi kependudukan. Selain itu tidak adanya integrasi antara aplikasi satu dengan yang lain, platform yang berbeda antar tiap sistem informasi, serta tidak adanya penurunan strategi dibidang TI dan SI – dimana rencana strategis (renstra) organisasi tidak diturunkan ke dalam renstra SI/TI – juga merupakan faktor yang dapat menyebabkan pemerintah kota gagal mendapatkan manfaat yang optimal dari penggunaan TI dan SI. Berkaitan dengan hal tersebut maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana mendefinisikan dan membuat suatu model arsitektur enterprise dalam pengelolaan data kependudukan untuk mendukung pengembangan e-Gov di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga. Dengan menggunakan metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP) ternyata dapat didefinisikan dan dibuat suatu model arsitektur enterprise dalam pengelolaan data kependudukan. Arsitektur yang terbangun terdiri dari arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi dan rencana implementasinya. Selain itu melalui metode ini juga dapat didefinisikan bagaimana model arsitektur sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan data kependudukan bagi instansi-instansi yang terkait dengan pelayanan administrasi kependudukan di lingkungan pemerintah kota Salatiga.

In the development of e-Gov in local government, demographic data occupies a very important position. This is because the level of interoperability of data on the various existing information systems in local government. Citizen identification number, it’s called Nomor Induk Kependudukan (NIK), which is a single identity number (SIN) will be included in every document of residence and used as the basis of the issuance of passports, driving licenses, the number of taxpayers subject, insurance policies, certificates of land rights, and other identity document issuance. Constraints faced by the government of Salatiga in developing management information systems of demographic data is done without building architecture as the foundation for the development of information systems. SIAK which is a national population information system is a \"shipment\" from the central government which in fact has not been able to fully solve the problems in the population administration. In addition, the lack of integration between the applications with each other, different platforms between each information system, and no decline in ICT strategy – where the organization's strategic plan is not lowered into the ICT strategic plan – also a factor that can cause local governments fail to get optimal benefits from the use of ICT. In this context then that the goal of this research is how to define and create an enterprise architecture model in the management of demographic data to support the development of e- Gov in Local Government Salatiga. By using the methodology of Enterprise Architecture Planning (EAP) turns out to be defined and created an enterprise architecture model in the management of demographic data. Architecture that is built consists of data architecture, application architecture, technology architecture and implementation plan. In addition, through this method can also be defined how the model of information systems architecture for the management of demographic data for the offices associated with administrative services in local government Salatiga.

Kata Kunci : e-Gov, renstra SI/TI, arsitektur enterprise, EAP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.