Laporkan Masalah

PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PT. BNI SYARIAH CABANG PEKANBARU

Masrijal, Yulkarnain Harahab, S.H., M.Si.

2011 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan akad mudharabah pada PT. BNI Syariah Cabang Pekanbaru telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pembiayaan mudharabah PT BNI Syariah cabang Pekanbaru. Penelitian mengenai pelaksanaan akad pembiayaan mudharabah pada PT. BNI Syariah Cabang Pekanbaru ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yaitu suatu metode pendekatan dengan memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer di lapangan. Data primer diperoleh dengan melalui teknik wawancara kepada narasumber dan responden di PT. BNI Syariah Cabang Pekanbaru. Untuk memperoleh data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul akan dianalisa secara kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya pelaksanaan akad pembiayaan mudharabah pada PT. BNI Cabang Pekanbaru telah sesuai dengan aturan yang umum berlaku dalam praktek perbankan syariah. Hal ini dapat diketahui dengan telah dipenuhinya rukun dan syarat dalam sebuah akad mudharabah. Keunggulannya akad pembiayaan mudharabah lebih memberikan keadilan bagi shahibul mall dan mudharib dibandingkan dengan bank konvensional, terutama dalam hal pembagian keuntungan dan kerugian dari usaha yang dijadikan objek mudharabah. Sedangkan kelemahan dari akad pembiayaan mudharabah adalah dalam hal pengontrolan usaha yang dikelola oleh mudharib, sehingga tidak dapat diketahui secara jelas jalannya usaha dan tanggung jawab sesungguhnya dari mudharib atas dana yang telah dipinjamkan oleh shahibul mall, dalam hal ini PT. BNI Syariah Cabang Pekanbaru.

This study was conducted to know the suitability between the implementation of mudharabah defrayal agreement in BNI Syariah, Ltd., branch of Pekanbaru and the current regulations, and also to know its benefit and weakness. This study used the juridical empiric approach, that was an approach method that was conducted by finding solutions of the research problems by examining the secondary data and then conducting research to the primary data in pratice. The primary datas were collected by conducting interviews with the informants and respondents of BNI Syariah Ltd., branch of Pekanbaru. Whereas the secondary datas were achieved by literature study. The collected datas would be analyzed qualitatively using descriptive method. Based on the study results, it can be concluded that the implementation of the agreement of mudharabah defrayal in BNI Syariah Ltd., branch of Pekanbaru, has been already suitable with the current regulations that commonly used in the syariah banking. A mudharabah agreement has already fulfilled the requirements and principles. Compared with the agreement of a conventional bank, mudharabah agreement was more fairly in giving rights to the shahibul mall and mudharib, especially in profit and loss sharing from a mudharabah object. The controlling process by mudharib was its weakness. It can not be known clearly the process of work and the responsibility of mudharib on the given fund by shahibul mall, BNI Syariah, Ltd., branch of Pekanbaru.

Kata Kunci : Perbankan Syariah, Pembiayaan Mudharabah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.