GOVERNING REDD A Prerequisite Analysis for a Potential REDD Implementation in Kabupaten Maluku Tengah
EMILIANUS YAKOB SESE TOLO, S. FIL, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.A.
2011 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikSalah satu tantangan dunia saat ini adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh meningkatnya suhu bumi secara global. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh dua faktor utama yakni aktivitas industri sejak revolusi industri dan tingkat deforestasi global yang semakin meningkat akhir-akhir ini. Kedua hal ini telah menyebabkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Emisi gas rumah kaca inilah yang akhirnya menyebakan meningkatnya suhu bumi secara global saat ini. Salah satu cara yang paling murah dan mudah untuk memitigasi efek dari panas bumi adalah dengan mencegah tingkat deforestasi secara global. Agar upaya pencegahan bisa terealisir dan serentak menciptakan keadilan bagi negaranegara yang memiliki hutan tropis, maka negara-negara maju mendirikan satu strategi yang disebut REDD. Melalui REDD, negara-negara yang memiliki hutan tropis akan mendapatkan kompensasi berupa uang bila mereka melakukan reduksi emisi karbon sampai pada level tertentu. Proyek-proyek REDD sudah di implementasikan di beberapa tempat di dunia termasuk di Indonesia, misalnya di Kalimantan Tengah. Namun, sebenarnya, potensi REDD tidak hanya di pulau Kalimantan. Salah satunya adalah pulau Seram, khusunya di kabupaten Maluku Tengah. Kabupaten ini memiliki potensi untuk pengimplementasian proyek REDD. Potensi REDD di kabupaten ini adalah hutan yang luas, Taman Nasional Manusela dan sejarah deforestasi yang cukup memprihatinkan. Untuk menggali potensi di kabupaten Maluku Tengah, penulis melakukan penelitian untuk menggali dan mengonfirmasi potensi REDD itu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode ini, penulis menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara mendalam. Ketiga data yang diperoleh dianalisa secara mendalam untuk menemukan titik kesinambungan untuk menjelaskan persoalan penelitian. Inferensi penelitian adalah bahwa kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi yang besar bagi pengimplementasian REDD. Namun, sebelum mengimplementasikan REDD, persoalan kehutanan seperti batas hutan yang tumpang tindih, partisipasi masyarakat yang rendah, penebangan legal dan pembalakan liar harus direduksi. Selain itu, impelementasi REDD di kabupaten Maluku Tengah harus didasarkan pada prinsip tata kelola dan manajemen hutan yang baik, yang menekankan pada partisipasi muti-sakeholder dan desentralisasi wewenang dan kekuasaan antara stakeholder terkait. Dengan itu maka implementasi REDD bisa dilakukan dan membuahkan hasil bagi penurunan emisi dan pengentasan kemiskinan di kabupaten Maluku Tengah.
Nowadays, one of the global challenges is climate change caused by the enhancement of the global temperature. The increasing of global temperature is caused by two factors, namely industrial activities since industry revolution and the current global deforestation. Both have engendered the emission of GHGs to the atmosphere. The emission of GHG, finally, leads to the enhancement of the global temperature. The cheapest way to mitigate the impact of the enhancement of the global temperature is by preventing global deforestation. To create the fairness for the tropical forest countries, the developed countries establish a global strategy which is so-called REDD. By REDD, tropical forest countries will get the financial compensation if the could meet the emission reduction on the certain level. REDD projects have been implemented in some places in the world including Indonesia, for instance, in Central Kalimantan. However, REDD potency in Indonesia is not only in Kalimantan, but also in other places like Seram Island especially in the Maluku Tengah district. REDD potencies in the district are that the district has wide forest, Manusela National park and the history of deforestation. For understanding those REDD potencies in the Maluku Tengah district, the researcher did a scrutinized research. The researcher utilized qualitative research methodology by using qualitative data form the literature study, observation and in-depth interview. Those data were analyzed by the researcher to understand the research problem. The inference is that the Maluku Tengah district has huge potency for REDD implementation. However, before implementing REDD, all the problems regarding unclear forest border, low level of locals’ involvement and illegal logging have to be solved beforehand. Besides, REDD implementation in the Maluku Tengah district has to be based on the forest governance principles which respect for multi-stakeholder participation and decentralization of power among the engaged stakeholders. By doing so, the REDD implementation will bear fruit by meeting the emission reduction and poverty alleviation within the Maluku Tengah district.
Kata Kunci : Perubahan iklim, Deforestasi, Mitigasi, REDD, Partisipasi, Desentralisasi dan Pengentasan Kemiskinan