Laporkan Masalah

ANALISIS SKALA PRIORITAS MULTIGUNA HUTAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN PADA PEMANGKU KEPENTINGAN PENGELOLAAN HUTAN DI ACEH TAHUN 2010

Zulkarnaini, SKM, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

2011 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pada tahun 2007 Pemerintah Aceh mengeluarkan kebijakan moratorium logging, yaitu penghentian sementara seluruh kegiatan penebangan hutan alam. Program ini bertujuan untuk menyiapkan sistem pengelolaan hutan yang baru sehingga terwujud kelestarian kawasan hutan lestari di Aceh. Dalam pelaksanaannya program moratorium tebang hutan tidaklah berjalan dengan semestinya berbagai kasus penebangan liar maupun perbedaan pandangan tentang pemanfaatan kawasan hutan masih saja terjadi. Hal ini memunculkan dugaan bahwa di antara pemangku kepentingan pengelolaan hutan di Aceh masih terdapat perbedaan persepsi tentang multiguna hutan sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan persepsi skala prioritas multiguna hutan diantara Pemerintah Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Instrumen yang dipilih dalam melakukan penelitian ini adalah kuesioner dengan alternatif jawaban yang terdiri dari lima jenjang tingkat kepentingan. Butir pertanyaan kuesioner merupakan pengembangan variabel multiguna hutan dalam penelitian Baskent di Turki tentang kehutanan sedang alat analisis mengembangkan model penelitian Rahmanto tentang multiguna lahan persawahan di Jawa Timur. Terdapat dua macam alat analisis yaitu uji beda dan uji asosiasi keduanya adalah alat analisis statistika non parametrik. Uji beda menggunakan uji Kruskal Wallis untuk menemukan unsur multiguna hutan yang dipersepsikan berbeda. Uji asosiasi meliputi uji Keselarasan Kendall untuk mengidentifikasi kesamaan pandang yang berguna untuk menyusun peringkat skala prioritas multiguna hutan dan uji independensi Chi Square yang berguna untuk mengidentifikasi karakteristik responden yang diduga berpengaruh terhadap persepsi. Berdasar penelitian ditemukan kawasan hutan sebagai penyangga sumber daya air dan pencegah banjir sebagai skala prioritas utama di mata para pemangku kepentingan pengelolaan hutan di Aceh. Disamping itu terdapat empat unsur multiguna hutan yang dipersepsikan berbeda yaitu hutan sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati, penilaian kawasan hutan, revitalisasi kawasan hutan dan penguatan kelembagaan kehutanan. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap variasi persepsi skala prioritas multiguna hutan di Aceh adalah usia, pendidikan dan instansi.

In 2007, the Government of Aceh issued a moratorium logging policy a temporary cease of all forest tree cutting. This program is aimed to prepare new forest management systems to reserve the natural forest areas in Aceh. In practice, the moratorium of forest cutting did not work properly. Various cases of illegal cutting still occur and different views / perceptions on multifunction and management of forest areas among those who have similar interests in the issue remain. This research is aimed to identify the different perceptions of priority scales of forest multifunction among the Aceh Government, the Aceh House of Representatives and non-governmental institutions. Instruments selected to conduct this research is questionnaires with 5-scale alternative answers of interest. The questions in the questionnaires are the development multiple use variables ini Baskenz’s reseach conducted in Turkey. In addition, a development of Rahmanto’s agricultural multiple function research in the East Java Province is applied as the analysis instrument. There are two analysis instruments, difference test and association test, which are both nonparametric statistics instrument analyses. The Kruskal Wallis difference test is applied to find the forest multifunction that are differently perceived. Kendall association test, in contrast, is employed to identify similar views necessary for ranging priority scales of forest multifunction. Chi square independence test is also applied to multiple use the respondent’s characteristics that are suspected to have influences on the perceptions. This research findings show that forest areas serve as the water resources and flood prevention as the main priority scale from the point of view of those having interest in the forest management in Aceh. Further, there are four forest management elements that are differently perceived: forest as conservation areas of the natural diversity, forest area values, forest revitalization, and established forest institution. Factors assumed to have influences on the priority scale perceptions of forest multiple- use in Aceh are age, education, and institution.

Kata Kunci : Persepsi, Skala prioritas, Multiguna hutan, Stakeholders, Pemerintah Aceh, Moratorium.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.