PENGALAMAN PENERAPAN E-PROCUREMENT DI PEMERINTAH DAERAH (STUDI KASUS : E-PROCUREMENT PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA)
Agung Satria Utama, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP.,Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Mag.Tekn.InformasiPemerintahan yang bersih, transparan dan mampu menjawab perubahan secara efektif telah menjadi tujuan yang diupayakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk mewujudkan hal tersebut salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menerapkan e-procurement. Penerapan sistem e-proc tidak mudah untuk dilakukan karena memerlukan tahapan dalam pelaksanaannya sementara waktunya yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan yang ditempuh dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penerapan e-proc serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dan solusi yang diterapkan. Hasil penelitian yang menggunakan metode studi kasus ini menemukan bahwa tahapan untuk menerapkan e-proc terdiri atas tahap persiapan dan pelaksanaan. Pengalaman Kota Yogyakarta sebagaimana terungkap dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan yang kuat, dasar hukum/peraturan/kebijakan yang mendasari, sumber daya (manusia, anggaran, infrastruktur) yang tersedia, serta manajemen perubahan yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap kelancaran proses penerapan e-procurement. Tetapi terdapat pula beberapa faktor lain yang ikut berpengaruh diantaranya dukungan dari pihak legislatif, manfaat dari aplikasi, serta pembinaan dari Pemerintah Pusat, merupakan faktor lain yang mempengaruhi penerapan e-proc, di samping komitmen yang berasal dari unsur-unsur pelaksana. Hasil penelitian juga mengungkapkan hambatan justru muncul dari aspekaspek seperti ketersediaan anggaran, penyiapan ruangan dan bentuk kelembagaan pengelola serta masalah sumber daya manusia. Hambatan-hambatan ini akhirnya dapat diatasi dengan menerapkan berbagai macam solusi yang mengedepankan prinsip efektifitas dan efisiensi.
Clean, transparent government and able to respond effectively to change has been a goal pursued by the City of Yogyakarta. To achieve this goal one step taken is implementing e-procurement. Implementation of e-proc system is not easy to do because it requires stages in its execution while limited by time. This study aims to determine the stages taken and the factors that influence the implementation of e-proc and identifying the obstacles encountered and solutions applied. The results of research using case study method was found that the stages for implementing e-proc consists of preparation and implementation stages. The experience of city of Yogyakarta as revealed in this study indicate that strong leadership factor, basic laws / regulations / policies that underlie, available resources (human, budget, infrastructure), as well as changes management were made to have an influence on the smooth process of implementing e-procurement . Nevertheless there are also some other factors involved such influential support from legislators, the benefits of the application, and guidance from central government, is another factor affecting the implementation of e-proc, in addition to the commitment that comes from implementing elements. The results also reveal barriers that actually arise from such aspects as budget availability, room preparation, the form of institutional managers and human resource issues. These obstacles can eventually be overcome by applying a variety of solutions putting forward the principles of effectiveness and efficiency.
Kata Kunci : Pengalaman penerapan, e-procurement, dan Studi Kasus