ANALISIS BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2006 - 2009
Yolandary, S.H., Dr. Soeranto, M.Ec.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanAset bangunan gedung kantor milik pemerintah Kabupaten Murung Raya terlihat tidak terawat padahal biaya pemeliharaan telah dianggarkan setiap tahun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pemerintah Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi biaya pemeliharaan bangunan gedung kantor dan menganalisis tingkat efisiensi biaya pemeliharaan bangunan gedung kantor Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Data Panel dengan sampel penelitian adalah 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari tahun 2006 sampai dengan 2007. Variabel independen dalam penelitian ini adalah umur bangunan, luas bangunan, kualitas bangunan dan kondisi bangunan. Hasil penelitian diketahui bahwa umur bangunan dan luas bangunan berhubungan postif dan signifikan terhadap biaya pemeliharaan, sedangkan kondisi bangunan berhubungan negatif dan signifikan terhadap biaya pemeliharaan. Model yang terbentuk mampu menjelaskan 76 persen faktor pembentuk biaya pemeliharaan. Sedangkan tingkat efisiensi biaya pemeliharaan bangunan gedung kantor Pemerintah Kabupaten Murung Raya apabila dibandingkan dengan standar pada Peraturan Menteri Keuangan masih belum efisien, banyak SKPD yang mengeluarkan biaya pemeliharaan yang lebih besar dari standar yang ditetapkan.
Property and building office owned by the government of Murung Raya Regency look not well maintained when the cost of maintenance has been budgeted annually in Local Budgets (APBD) by government of Murung Raya Regency. The objective of this research is to analyze factors that influence maintenance building cost and analyze efficiency rate of maintenance building cost of government of Murung Raya Regency. Data Panel Regression used in this research with 18 Local Department (Satuan Kerja Perangkat Daerah) from 2006 until 2007. Independent variables in this research are building age, building size, building qualities, building condition. The result of this research is building age and building size have positive and significant effect to maintenance building cost. Building condition has negative and significant effect to maintenance building cost. Estimated model has 76 percent explanation power. Efficiency rate of maintenance building cost in government of Murung Raya Regency if compare with Secretary of Treasury regulations (Peraturan Menteri Keuangan) look inefficiencies, many SKPD are spending maintenance building cost bigger than standard in Secretary of Treasury regulations (Peraturan Menteri Keuangan).
Kata Kunci : Pemeliharaan Bangunan, Biaya Pemeliharaan, SKPD, Analisis Regresi Data Panel, Efisiensi