Laporkan Masalah

PENGARUH TERAPI PEMAAFAN UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA

Amalia Rahmadani, Drs. Subandi, MA., Ph.D, Psi

2011 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Dampak biologis, psikologis, sosial, dan spiritual penyakit kanker dapat memunculkan emosi negatif dan mempengaruhi penerimaan diri penderita. Terapi pemaafan diharapkan dapat meningkatkan penerimaan penderita dengan membebaskan diri mereka dari kungkungan emosi negatif, mengubah sikap terhadap diri sendiri, orang lain, dan/atau situasi menjadi lebih positif, dan menetapkan tujuan hidup yang baru. Penelitian ini menguji pengaruh untuk meningkatkan pemaafan dan penerimaan diri penderita kanker payudara. Terapi diberikan sebanyak 6 sesi, diberikan 1 kali seminggu, selama kurang lebih 80 menit tiap sesimya. Peserta adalah seorang wanita penderita kanker payudara, memiliki skor pemaafan dan penerimaan diri pada kategori sedang saat pengukuran fase baseline. Desain penelitian menggunakan eksperimen single-case A-B-A dengan 3 kali pengukutan variabel pemaafan, masing-masing sebelum intervensi, sesudah intervensi, dan tindak lanjut 2 minggu setelah intervensi. Pengukuran variabel penerimaan diri dilakukan 10 kali, 3 kali pada fase baseline ( sebelum intervensi), 6 kali pada fase intervensi (akhir dari masing-masing sesi), 1 kali fase reversal (tindak lanjut 2 minggu setelah intervensi), dengan interval pengukuran 1 minggu. Hipotesis diuji dengan menggunakan teknik inspeksi visual dan analisis kualitatif berdasarkan dokumen yang diperoleh selama proses terapi dan wawancara tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi pemaafan dapat meningkatkann pemaafan dan penerimaan diri penderita. Perubahan pada kedua variabel dependen stabil pada saat tindak lanjut. Keterbatasan penelitian ini didiskusikan lebih jauh.

Biological, psychological, social, and spiritual impacts of cancer can cause the emergence of negative emotions and affect patient's self-acceptance. Forgiveness therapy is expected to enhance patient's acceptance by releasing them from the negative emotional prison, changing attitudes toward self, others, and/ or the situation become more positive, and setting new life goals. This study examined the effect of forgiveness therapy to increase forgiveness and self-acceptance of breast cancer patients. Therapy was given as much as 6 sessions, conducted once a week, for about 80 minutes. Participant was a woman who had a breast cancer, had a average score of forgiveness self-acceptance on the baseline phase measurement. Reseach design was A-B-A single-case experimental studies with 3 times forgiveness's meansurement, each before intervention, after intervention, and follow-up 2 weeks after intervention. Self-acceptance's measurement was conducted 10 times, 3 times in the baseline phase (before intervention), 6 times in the intervention phase (end of each session), 1 time in reversal phase (follow-up 2 weeks after intervention), with 1 week meansurement interval. Hypothesis was tested by using visual inspection and qualitative analysis based on documents during the process of therapy and follow-up interview. The results showed that forgiveness therapy could improve participant's forgiveness and self-acceptance. Changes in both dependent variable remained stable at follow-up. The limitations of this study were further discussed.

Kata Kunci : pemaafan, penerimaan diri, penderita kanker payudara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.