Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA MENGGUNAKAN APLIKASI PROGRAM aaSIDRA 2.0 DAN TRANSYT 11.1 (Studi Kasus : Simpang Tiga Bersinyal dan Bundaran Kartasura)

WILDI KUSUMASARI, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D

2011 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Masalah transportasi perkotaan saat ini mengalami perkembangan yang semakin komplek. Salah satu kasus permasalahan lalulintas yang sering terjadi adalah pada persimpangan. Pada kasus simpang tiga dan bundaran Kartasura, masalah yang sering muncul adalah antrian yang cukup panjang pada saat jam-jam puncak dan hari-hari tersibuk dalam setiap pekan, bulan, atau saat-saat khusus seperti pada waktu lebaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji permasalahan eksisting yang terjadi pada kedua simpang berupa kondisi geometrik dan karakteristik lalulintasnya, mengkaji kinerja simpang yang meliputi kapasitas simpang, derajat jenuh, dan tundaan menggunakan MKJI 1997 dan aaSIDRA 2.0 serta mencari alternatif penanganan simpang yang optimal dengan menggunakan aaSIDRA 2.0 dan TRANSYT. Persimpangan yang dikaji dalam penelitian ini adalah simpang tiga bersinyal dan bundaran Kartasura yang letaknya hanya berjarak 150 meter. Kedua simpang ini memiliki lokasi strategis karena terletak di jalur pertemuan antara Kota Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kondisi eksisting kedua simpang dengan metode MKJI 1997 serta menginput data eksisting tersebut kedalam software aaSIDRA dan TRANSYT. Kemudian menyusun skenario perbaikan simpang menggunakan aaSIDRA dan TRANSYT. Dan langkah terakhir adalah memilih skenario terbaik dari ketiga metode (MKJI 1997, aaSIDRA, dan TRANSYT) untuk masing-masing simpang kemudian menjadikannya sebagai acuan untuk membuat usulan penanganan kedua simpang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang bersinyal mengalami permasalahan, yaitu memiliki derajat kejenuhan sebesar 1,012. Sedangkan kondisi eksisting bundaran masih cukup bagus karena derajat kejenuhan masih bernilai 0,690. Berdasarkan hasil analisis berupa skenario penanganan kedua simpang, maka dapat diketahui bahwa skenario terbaik untuk simpang bersinyal adalah hasil analisis menggunakan aaSIDRA yang dapat menaikkan kinerja simpang sehingga nilai derajat kejenuhan menjadi 0,709 dan nilai tundaan sebesar 14,7 detik/smp. Sedangkan skenario terbaik untuk bundaran adalah hasil analisis menggunakan MKJI 1997 pada kondisi eksisting yaitu dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,690 dan nilai tundaan sebesar 6,58 detik/smp. Analisis simpang menggunakan TRANSYT dengan memasang sinyal pada bundaran dan mengkoordinasikan kedua simpang ternyata justru menghasilkan kinerja simpang bersinyal yang semakin buruk dibandingkan dengan kondisi eksisting.

Urban transportation problems have been developing complexly. The majority urban traffic problems occured at intersection. The problems that occur at both signalised intersection and roundabout in Kartasura are a long queue during peak hours and peak days in every week, month, or special occasions such as Lebaran. Based on the intersections problems, the objectives of this research is to analyze the existing problems that occur on both intersections such as geometric conditions and traffic characteristics, analyze the intersections performance include intersection capacity, degree of saturation, and delay using MKJI 1997and aaSIDRA 2.0, and find the optimum solution to intersections using aaSIDRA 2.0 and TRANSYT. The object of the research are both signalised intersection and roundabout at Kartasura where located only 150 meters and strategically located at the meeting point between Surakarta, Semarang, and Yogyakarta. Research was conducted by analyzing the existing conditions of the two intersections with the MKJI 1997 method and inputing the data into aaSIDRA and TRANSYT software. And the final step is to choose the best scenario of all three methods (MKJI 1997, aaSIDRA, and TRANSYT) to each intersection and then make it as reference to make solute the intersections problems. The results showed that the existing condition of a signalized intersection having problems, which have a degree of saturation is 1.012. While the existing condition of the roundabout is still pretty good because degree of saturation is still worth 0.690. Based on the analysis of both intersection scenario, it can be seen that the best scenario for a signalized intersection is the result of analysis using aaSIDRA which can raise the performance of the intersection so that the value of saturation degree be 0.709 and the value of delay is 14.7 sec/pcu. While the best scenario for the roundabout is the result of analysis using MKJI 1997 at the existing condition which degree of saturation is 0.690 and the value of delay is 6.58 sec/pcu. Intersection analysis using TRANSYT by installing a signal at roundabout and coordinate two intersections was resulted worse performance if it compared with uncoordinated intersections performance.

Kata Kunci : simpang bersinyal, bundaran, program aaSIDRA, program TRANSYT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.