Laporkan Masalah

PENGARUH PREPARASI SALURAN PASAR TERHADAP KEBOCORAN APIKAL PADA OBTURASI SALURAN AKAR MENGGUNAKAN JENIS SILER YANG BERBEDA

Sri Darmayanti, drg. R. Tri Endro Utara, M.Kes., Sp.KG

2011 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi Gigi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh preparasi saluran pasak terhadap kebocoran apikal menggunakan jenis siler yang berbeda. Subjek penelitian menggunakan 42 gigi premolar dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 21 gigi dan dilakukan perawatan saluran akar. Masing-masing kelompok dibagi menjadi 3 sub kelompok yang terdiri dari 7 gigi dan diobturasi mengggunakan siler seng oksid eugenol (kelompok IA), siler resin (kelompok IB) dan siler kalsium hidroksida (kelompok IC). Kelompok I di lakukan preparasi saluran pasak dan kelompok II tanpa preparasi saluran pasak. Selanjutnya permukaan akar gigi dilapisi dengan malam perekat satu lapis dua lapis cat kuku kecuali 1 mm dari foramen apikal. Setiap gigi dimasukkan kedalam tabung berisi larutan biru metilen 2% dan disentrifus kecepatan 800 rpm selama 3 menit. Tahap selanjutnya masing-masing kelompok uji di dekalsifikasi dengan larutan asam nitrat 5% selama 3 hari, dehidrasi larutan alkohol 80% selama 12 jam, alkohol 90% selama 1 jam. Tahap terakhir dilakukan clearing dalam larutan salisilat 100% selama 2 jam. Pengukuran kebocoran apikal dapat dilihat adanya penetrasi warna biru metilen terpanjang dari arah apeks ke korona dan pengamatan dilihat menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian dengan ANAVA dua jalur dan uji LSD menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh preparasi saluran pasak terhadap kebocoran apikal menggunakan jenis siler yang berbeda (p>0,05) namun ada pengaruh jenis siler terhadap kebocoran apikal (p<0,05) dan yang terbesar terdapat pada preparasi saluran pasak menggunakan siler seng oksid eugenol, diikuti siler kalsium hidroksida, dan terkecil siler resin.

The purpose of this research was to evaluate the effect of post canal preparation on the apical leakage of root canal obturation using different sealers. A total of 42 single rooted maxillary premolars were randomly divided into 2 groups of 21 and root canal prepared. Each group was subdivided into 3 subgroups of 7 which were obturated using zinc oxide eugenol sealer (group IA), resin sealer (group IB) and calcium hydroxide sealer (group IC) Group I was then post canal prepared but not with group II. All specimen root surfaces were covered with sticky wax and finally with nail paint except 2mm from apical foramen. Each specimen was immersed in methylene blue dye and centrifuge for 3 minutes 800 rpm. All groups were then decalcified using 5% nitric acid solution for 3 days, dehydrated using 80% alcohol solution for 12 hours, 90% alcohol for 1 hour and finally cleared in 100% methyl salicylate solution for 2 hours. Dye penetration was assessed using stereo microscope to find the longest dye penetration from apex to occlusal. The result of two-way ANAVA and LSD showed no effect of post canal preparation on apical leakage using different sealers (p>0,05), and there was effect of sealer types on apical microleakge (p<0,05) where zinc oxide eugenol sealer of the group with post canal preparation was the greatest, followed by Calcium hydroxide sealer and finally resin sealer.

Kata Kunci : Preparasi saluran pasak, kebocoran apikal, obturasi, siler


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.