Laporkan Masalah

A STUDY ON THE LITERARY TRANSFORMATION FROM WALKER’S TO SPIELBERG’S, THE COLOR PURPLE

ENDANG KUNTI ERAWATI, Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.

2011 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Penulis menganalisa proses ekranisasi dari suatu novel ke film yang berjudul sama, yaitu: The Color Pirple ciptaan Alice Walker (1982) yang difilmkan oleh Steven Spielberg (1985). Konsep ekranisasi dimaksudkan sebagai penyeimbang berdasar teori dari satu media (novel/tutur kata) ke media lain (film/indera dengar dan penglihatan). Dengan demikian pembaca dan pemirsa memiliki kesempatan menengok kebelakang tentang permasalahan yang menyangkut ras, budaya, peranan jender dalam keluarga tradissional. Yang telah seimbang mau pun yang masih timpang ditonjolkan dalam cerita novel maupun film. Insiden pemerkosaan, hubungan seksual diantara anggota keluarga, dan hubungan sesama jenis diantara wanita (lesbian), mencerminkan ketimpangan yang perlu diselaraskan, sehingga mendorong Steven Spielberg melakukan pergeseran alur cerita dalam film. Sebelumnya, Walker menciptakan tokoh dalam novel berdasarkan normatif sosial yang berlawanan, yakni: hitam/putih, pasrah/dominan, pria/wanita dan yang kuatlah yang di atas angin. Pertentangan ini menjadi masalah utama dalam perbedaan ras dan jender. Oleh karena itu, ketimpangan dalam novel tersebut menimbulkan keinginan pembaca untuk menelaah kembali sejarah dan pola pikir para tokoh dalam cerita secara individual. Alhasil, Spielberg dalam proses ekranisasi menunjukkan usahanya untuk menggeser manifestasi agar selaras dengan phenomena sosial pada saat film diproduksi di pertengahan tahun delapn puluh dengan semangat zaman pada saat itu.

The writer analyzes the process of the Literary Transformation of a novel-based film that is purposefully entitled the same: The Color Purple, from Alice Walker’s (1982) into Steven Spielberg’s (1985). This Literary Transformation is perceived as a balance and its technical shifts from one medium to the other enable readers and audience to reobserve issues of race, culture, gender roles and traditional families. The balance or imbalance in the story is shown in the novel and the film. The incidents of rape, incest and lesbianism depict the imbalance that makes Spielberg shift them in the transformation. Formerly, Walker creates characters in the novel through the normal principle of opposition: black/white, submissive/dominant, male/female and the hegemony/minority. The opposites become the fundamental issues of race and gender. Thus, the disequilibrium of the novel leads readers to reconsider individual character histories and patterns. Accordingly, Spielberg shows his effort to shift the transformation manifestation to conform to the social phenomenon in America in the mid 1980s and the Zeitgeist (the spirit of the era).

Kata Kunci : Ekranisasi, Novel, Film, Narasi, Waktu Tayang, Ras, Jender, Lakilaki, Perempuan, Phenomena Sosial, Keselarasan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.