PERSEPSI KEPALA RUMAH TANGGA TERHADAP KETERLIBATAN ANAK DALAM EKONOMI KELUARGA (Sebuah Studi di Desa Munggangsari, Kec. Kaliangkrik, Kab. Magelang)
SUMBODO AJI CAHYONO, Dra. Susi Daryanti, M.Sc.
2011 | Tesis | S2 Sosiologi minat Kebijakan dan Kesejahteraan SosialPermasalahan sosial ekonomi telah mendorong masyarakat untuk mencari cara alternatif dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Alternatif yang sering diambil adalah dengan lebih banyak melibatkan anggota rumah tangga yaitu ibu dan anak-anak untuk terlibat dalam bekerja. Dengan menambah anggota rumah tangga yang bekerja diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang pada akhirnya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari rumah tangga tersebut. Masuknya anak-anak ke dalam dunia kerja ini memunculkan permasalahan baru yaitu persoalan pekerja anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan analisis mengenai seberapa besar pengaruh kondisi sosial ekonomi rumah tangga terhadap keterlibatan anak dalam ekonomi keluarga di Desa Munggangsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 3 variabel bebas (kapasitas kepala rumah tangga, kondisi rumah tangga dan lingkungan), 1 variabel antara (pola asuh orang tua) dan 1 variabel tidak bebas (persepsi partisipasi bekerja pada anak). Responden dalam penelitian ini adalah kepala rumah tangga di Desa Munggangsari yang mempunyai anggota rumah tangga yang berumur kurang dari 18 tahun dan sampel responden ini dipilih secara random sejumlah 111 kepala rumah tangga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kepala rumah tangga dan kondisi rumah tangga akan mempunyai pengaruh signifikan terhadap persepsi partisipasi bekerja pada anak apabila melalui pola asuh sebagai variabel antara. Nilai koefisien analisis jalur untuk kapasitas kepala rumah tangga dan kondisi rumah tangga masing-masing besarnya 0,207. Nilai koefisien ini lebih besar dari koefisien tabel yang nilainya 0,1865. Sedangkan lingkungan akan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi bekerja pada anak apabila tanpa melalui pola asuh sebagai variabel antara dengan nilai koefisien analisis jalur untuk lingkungan sebesar 0,238. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bahwa: (1) Perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Munggangsari; (2) Pemerintah perlu melakukan sosialisasi terhadap peraturan perundangan tentang perlindungan anak; (3) Pemerintah khususnya pemerintah tingkat desa perlu memberikan pengawasan kepada anak-anak yang bekerja.
Social economic problems had been pushing people to find alternative ways to fulfill their daily needs. The alternative that mostly chosen was getting household members, that was mother and children involved in making money. The rise of working household members hopefully could raise household income, therefore could fulfill that their daily needs. Involving children in making money caused a new problem, that is child labor matters. This research was intended to figure and analyze how far the social economic condition of a household affect the children involvement in family financial in Munggangsari. The method which was used in this research was quantitative methods. The research used 3 independent variables (capacity of household head, condition of the household and environment), 1 intervening variable(nurturing pattern) and 1 dependent variable(children perception of working participation). The objects of the research were household heads in Munggangsari which have household members aged under 18 years. The samples of this research were 111 household heads selected randomly. The data was collected by using questionnaire, and the data was analyzed using path analysis. The result of this research shows that the capacity of household head and the condition of the household itself significantly influenced children participation in working while using nurturing pattern as intervening variable. Path analysis coeeficient for the capacity of household head and the condition of the household each was 0,207. This number was higher than the table coefficient which was 0,1865. Meanwhile, environment would significantly influenced children participation in working unless using nurturing patter as intervening variable with number of path analysis coefficient for environment was 0,238. Based on this result, the researcher suggested: (1) The human resource escalation was needed; (2) The government should publicize the regulation of children protection; (3) The government, particularly the village government should supervise the working children.
Kata Kunci : Pekerja Anak, Rumah Tangga, Lingkungan, Pola Asuh