Laporkan Masalah

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN DI INDONESIA PERSPEKTIF ETIKA EKOSENTRISME

Industri Ginting Suka, Drs.,MS, Prof. Dr. H. Lasiyo, M.A., M.M.

2011 | Disertasi | S3 Ilmu Filsafat

Etika ekosentrisme penting untuk diterapkan dalam pengelolaan lingkungan apalagi dalam pelaksanaan Amdal yang ingin dijadikan garda utama pemanfaatan sumberdaya lingkungan untuk pembangunan dan kesejahteraan manusia. Dalam melaksanakan Amdal, bukan hanya diperlukan metode yang canggih dan bersifat positivistik, tetapi diperlukan juga sikap kearifan pada lingkungan (ekosopi). Pola hidup arif mengurus dan menjaga alam sebagai sebuah rumah tangga (ekologi) bersumber dari pemahaman dan kearifan bahwa segala sesuatu di alam semesta mempunyai nilai pada dirinya sendiri, dan nilai ini jauh melampaui nilai yang dimiliki oleh dan untuk manusia. Judul disertasi ini adalah: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan di Indonesia Perspektif Etika Ekosentrisme. Permasalahan yang dibahas dalam disertasi ini adalah: 1.Bagaimana hakikat aliran etika ekosentrisme? 2. Bagaimana akar permasalahan lingkungan di Indonesia ditinjau secara filosofis? 3.Bagaimana kerangka berfikir Amdal di Indonesia?4. Bagaimana pelaksanaan Amdal di Indonesia.5. Bagaimanakah refleksi etika ekosentrisme dalam pelaksanaan Amdal apabila dikaitkan dengan prinsipprinsip pembangunan berkelanjutan? Penelitian disertasi ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah hermeneutika,verstehen atau pemahaman dan interpretasi. Data didapatkan melalui penelitian dokumen Amdal dan studi pustaka. Data primer diperoleh dari hasil penelusuran dan analisis langsung hasil dokumen Amdal pada lembaga pembuat Amdal. Sementara data sekunder diperoleh dari buku, majalah, artikel di internet, dan beberapa peraturan tentang Amdal. Data yang diambil adalah data-data tentang dokumen hasil Amdal yang telah selesai dikerjakan dan dilaporkan kepada lembaga berwenang. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: Melalui beberapa kasus yang muncul diketahui bahwa studi Amdal tidak cukup kuat membentengi kerusakan lingkungan di pelbagai daerah apalagi di era otonomi dan desentralisasi Amdal. Pemerintah yang seharusnya mengambil refrensi pada dokumen Amdal, RPL dan RKL dalam pembuatan keputusan perijinan ternyata tidak mempedulikan dampak keputusannya. Pemerintah komitmennya lemah menyediakan sumberdaya, dana, informasi dan penguataan aparat pemerintah yang mumpuni untuk memaksa secara persuatif dan ancaman hukuman kepada pengusaha dalam melaksanakan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah dituangkan dalam dokumen Amdal. Refleksi atas teori etika ekosentrisme menyimpulkan bahwa etika ini penting diterapkan dalam dalam pelaksanaan Amdal yang ingin dijadikan garda utama pemanfaatan sumberdaya lingkungan untuk pembangunan dan kesejahteraan manusia. Dalam melaksanakan Amdal, bukan hanya diperlukan metode yang canggih dan bersifat positivistik, tetapi diperlukan juga sikap kearifan pada lingkungan (ekosopi). Pola hidup arif mengurus dan menjaga alam sebagai sebuah rumah tangga (ekologi) bersumber dari pemahaman dan kearifan bahwa segala sesuatu di alam semesta mempunyai nilai pada dirinya sendiri, dan nilai ini jauh melampaui nilai yang dimiliki oleh dan untuk manusia. Aktualisasi pemahaman nilai etika ekosentrisme dalam Amdal dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dalam memasukkan konsep tersebut dalam pendidikan dan kebijakan pemerintah di bidang pembangunan lingkungan, agar komitmen untuk pembangunan berkelanjutan dapat terrealisasi dan bermanfaat bagi lingkungan dan generasi selanjutnya.

Ecosentrism ethic important application in environmental management especially in the implementation of the Environmental Impact Analysis (EIA) who want to be the main vanguard of environmental resource use for development and human welfare. In implementing the EIA, is not only required a sophisticated method and is positivistic, but also the attitude of wisdom is needed in the environment (ecosophy). Patterns of living wisely manage and maintain as a household nature (ecological) sources of understanding and wisdom that everything in the universe has a value in itself, and this value far exceeds the value of which is owned by and for humans. The title of this dissertation are: Environmental Impact Assessment in Indonesia Ecosentrism Ethics Perspective. The problems discussed in this dissertation are: the nature of the flow 1.How is ecosentrism ethic essensial? 2. How is the root of environmental problems in Indonesia reviewed philosophically? 3.How is framework of EIA in Indonesia think? 4. How is the implementation of EIA in Indonesia.5. How ecosentrism ethical reflection in the implementation of EIA when linked with the principles of sustainable development? This dissertation research is a descriptive qualitative. The method used is hermeneutics, verstehen or understanding and interpretation. The data obtained through research EIA documents and literature. The primary data obtained from direct analysis of search results and document the results of EIA on EIA-making institutions. While the secondary data obtained from books, magazines, articles on the internet, and some regulations concerning EIA. The data is taken from data on the results of EIA documents that have been completed and reported to the competentinstitutions. The results of the study as follows: Through some cases that appear in mind that EIA studies were not strong enough to shield environmental damage in various areas especially in the era of autonomy and decentralization of EIA. The government should take reference to the EIA document, and RKL RPL in making licensing decisions turned out to be indifferent to the impact of its decisions. Weak government commitment to provide the resources, funds, information and Strengthening the government officers who qualified for the persuasive force and the threat of punishment to the employers in implementing environmental management and monitoring efforts that have been set forth in the EIA document. Reflections on ethical theory ecosentrism conclude that ethics is an important applied in the implementation of the EIA who want to be the main vanguard of environmental resource use for development and human welfare. In implementing the EIA, is not only required a sophisticated method and is positivistic, but also the attitude of wisdom is needed in the environment (ecosophy). Patterns of living wisely manage and maintain as a household nature (ecological) sources of understanding and wisdom that everything in the universe has a value in itself, and this value far exceeds the value of which is owned by and for humans. Actualization understanding of ethical values in EIA ecosentrism done through various ways, one of incorporating the concept in education and government policies in the field of environmental development, for commitment to sustainable development can be realized and benefit the environment and future generation.

Kata Kunci : Amdal, pembangunan berkelanjutan, ekosentrisme.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.