Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN PROGRAM DIKLAT (Kasus Penyelenggaraan Program Diklat / Kursus Rekualifikasi Level 3 di Timor-Leste)

Moises Nazario Pereira, S.Pd, Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan rekualifikasi level 3 dengan lokasi penelitian di DIKLAT INAP Dili Timor-Leste. Efektivitas penyelenggaraan program Diklat ini diukur dari hasil lulusan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penyelenggaraan Diklat adalah (1) Kualifikasi tenaga Pengajar/Widyaiswara, (2) Kualitas Materi dan Kurikulum Diklat, (3) Sarana dan Prasarana. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan kuesioner dan data sekunder dilakukan dengan cara studi dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Sedangkan untuk mengetahui hubungan variabel digunakan analisis regresi. Hasil analisis data menunjukan bahwa penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan rekualifkasi Level 3 secara umum efektif, baik kuantitas maupun kualitas. Terbukti dengan membandingkan kemampuan dan Perubahan sikap/disipilin pegawai baik sebelum maupun sesudah mengikuti Diklat ada dalam kategori baik/mampu. Untuk kemampuan pegawai baik sebelum diklat kurang mampu dan setelah diklat menjadi mampu (KB) lebih besar, yaitu 60% sedangkan kemampuan alumni sebelum dan sesudah diklat mampu (MM), yaitu 40%. Sedangkan untuk perubahan perilaku yang tercermin dalam sikap dan disiplin pegawai. untuk perubahan sikap dan disiplin pegawai baik sesudah maupun sebelum mengikuti diklat dalam kategori baik (BB) lebih besar, yaitu 55% dan juga perubahan perilaku sebelum diklat kurang baik dan sesudah diklat baik (KB), yaitu 42.5% jika dibandingkan dengan perubahan sikap/disiplin pegawai sebelum dan sesudah mengikuti diklat dalam kategori kurang baik (KK) lebih kecil, yaitu 2.5%. Hal tersebut di atas disebabkan karena (1)KualitasTenaga Pengajar/Widyaiswara yang memadai (2) Kualitas materi dan kurikulum diklat yang sesuai, (3) Sarana dan prasarana yang cukup memadai. Efektivitas penyelenggaraan diklat ditentukan oleh satuan klasifikasi tenaga pengajar/widyaiswara (84,76%) materi dan kurikulum diklat,(84,25%) satuan kualitas sarana dan prasarana (72%) .

The goal of this research is to know the effectiveness of training and education program for Level 3 with research location is at INAP (National Institute of Public Administration) in Timor-Leste. How to know the efectiveness of this training program was by measuring from the graduation result quantitatively and qualitatively.Whereas the elements that influence the effectiveness of training program are (1) Quality of the trainers, (2) Quality of material and curriculum, (3) Instruments/tools and infrastructure. The research methods that use were qualitative and quantitative description. primary data collective technique were interview and quesionaire and to know more completely of this research of secondary data, the researcher did documentation study, obsevation and literature.Whereas to know the relationship within variable was using regretion analysis. The data analysis result showed that the training and education program for level 3 even quantity and quality were generally effective. Its evidence by comparing the abiliy and attitude/dicipline change of employees before and after followed the training and education program in category good/able. For employees ability before the training and education program were unable and after the training were able was bigger than before that is 60% whereas the employees ability before and after the training were able that is 40%. Whereas for the behaviour change that showed by their attitude and discipline. For their attitude and discipline before and after training in good category was more bigger that is 55% and also the attitude and discipline change before training was bad and after was good 42,5% if compared with the employees’ attitude and discipline before and after training was bad more smaller, that is 2.5% only. The situation as above was happened because of these reasons (1) the good quality of trainers (2) the appropriate of material and curriculum (Matching) (3) Instrument/tools and infrastructure were satisfied. The effectiveness of this training program were definite by the classification of trainers (84.76%) material and curriculum (84.25%) instrument/tool and infrastructure (72%)

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.