Laporkan Masalah

PERSEPSI DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR SELATAN KOTA ENDE DALAM MENGHADAPI DAMPAK DARI GELOMBANG PASANG AIR LAUT

MARIA THERESIA FIRMINA BARU, S.Si, Dr. rer. nat. Muh. Aris Marfai, M. Sc

2011 | Tesis | S2 Geografi

Gelombang pasang yang terjadi setiap tahunnya menimbulkan bencana banjir pesisir dan abrasi di wilayah pesisir selatan kota Ende. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan persepsi masyarakat mengenai banjir pesisir dan abrasi akibat gelombang pasang air laut di pesisir selatan kota, mengidentifikasikan dampak yang diakibatkan oleh gelombang pasang yaitu banjir pesisir dan abrasi berdasarkan survei lapangan dan interview, mengetahui strategi adaptasi masyarakat terhadap banjir pesisir dan abrasi. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengetahui strategi atau kebijakan pemerintah dalam pengelolaan bencana banjir pesisir dan abrasi. Penelitian ini terutama melihat persepsi dan sikap dan tingkah laku masyarakat dalam meminimalisir ancaman banjir pesisir dan abrasi. Bagaimana masyarakat dapat hidup dengan nyaman di daerah yang rentan terhadap banjir pesisir dan abrasi, dan bagaimana interaksi masyarakat dengan dampak dari banjir pesisir dan abrasi. Apa yang telah dilakukan pemerintah kabupaten Ende dalam melakukan usaha pengelolaan (management) terhadap resiko banjir pesisir dan abrasi. 130 responden dari enam kelurahan wilayah penelitian telah dipilih dengan menggunakan metode purposive multistage area sampling. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan unit analisis yang diinginkan. Responden diinterview dengan menggunakan kuisioner mengenai bagaimana persepsi dan adaptasi yang telah mereka lakukan untuk meminimalisir dampak dari banjir pesisir dan abrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi adaptasi responden terhadap banjir dan abrasi di wilayah penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kedalaman dan durasi banjir, tingkat keparahan abrasi serta kapasitas masyarakat yang berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Masyarakat lokal di kelurahan yang disurvei telah berpengalaman dengan bencana banjir pesisir dan abrasi yang mengancam pemukiman mereka. Kedalaman banjir yang terjadi di wilayah penelitian berkisar antara lebih kecil dari 25 cm sampai dengan lebih dari 100 cm dan durasi banjir yang terjadi di wilayah penelitian berkisar antara 1 jam sampai dengan lebih dari 4 jam. Bagi masyarakat banjir pesisir dan abrasi adalah bencana alam dan mempengaruhi aktivitas masyarakat. Abrasi di lokasi penelitian sudah sangat parah. Masyarakat memilih tetap menetap di lokasi bencana karena tidak meimiliki modal untuk pindah ke lokasi lain dan akses pekerjaan. Tipe strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah penelitian adalah strategi adaptasi secara struktural, ekonomi dan sosial. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Ende dalam meminimalisir dampak dari banjir pesisir dan abrasi terdiri atas upaya secara fisik dan non fisik. Dengan menggabungkan upaya mitigasi secara fisik dan non fisik merupakan alternatif terbaik dalam meminimalisir dampak dari banjir pesisir dan abrasi. Kerjasama antara stakeholder yaitu pemerintah, LSM dan masyarakat yang terkena dampak merupakan kunci utama dalam menangani permasalahan yang berkaitan dengan banjir pesisir dan abrasi. Integrasi antara strategi, kebijakan, perencanaan dari pemerintah setempat dengan melibatkan masyarakat yang terkena dampak dapat menjadikan managemen pengelolaan pesisir dan mitigasi bencana pesisir berjalan efektif

High Tide can impact inundation and abrasion in southern coastal area of Ende City. The aims of this research are to define the comprehension and perception of community in term of coastal inundation and abrasion due to high tide in southern coastal of the Ende city, to define the impact of this high tide based on field check and interview, and to determine adaptation strategy or government policy to adopt coastal inundation and abrasion. This research is to find out attitude, interaction and behavior of community in vulnerable area because of coastal inundation and abrasion. What have been done by government to manage the risk of coastal inundation and abrasion. 130 samples from 6 sub district was taken by using purposive multistage area sampling. This method purposes to get analysis unit. The samples interviewed using questionnaire about perception and adaptation that have been done. The result of this research shows that the adaptation of the community is influenced by some factors that are depth of inundation, flood duration, level of abrasion and capacity of community in correlation with social economy factors. The community has had the experience in coastal inundation disaster and abrasion. Depth of flood is about less than 25 - more than 100 cm in the research area and duration of the flood is about 1 hour until more than 4 hours. Coastal inundation and abrasion in the study area give significant impact to community. Worse abrasion occurs in this area. Low income and limited job are the reason why the community keeps stay in disaster area. The type of adaptation of community in this area is based on structural, economy and social point of view. The strategy that has been done by government of Ende Regency to minimize impact of coastal inundation and abrasion involved physical and non physical management. By combining physical and non physical mitigation is the best option for decreasing impact of coastal inundation and abrasion. Cooperation between stakeholder including government, social agency and community is the main key to handle coastal inundation and abrasion. Integrated strategy, policy and planning from the government by involving community can manage and mitigate coastal inundation and abrasion in effective manner.

Kata Kunci : Banjir Pesisir, Abrasi, Persepsi, Strategi Adaptasi, Managemen Bencana Pemerintah Kabupaten Ende


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.