Laporkan Masalah

EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK) DI KABUPATEN TRENGGALEK

TITIN ESTUNINGRUM, Dr. Ir. Risanuri Hidayat, M. Sc

2011 | Tesis | S2 Mag.Tekn.Informasi

Kebijakan Pemerintah tentang implementasi e-government menekankan untuk menggunakan informasi teknologi di instansi pemerintah pusat maupun daerah, yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Demikian halnya di bidang kepegawaian, pemanfaatan teknologi informasi bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bidang pengolahan data dan pengelolaan informasi kepegawaian, sehingga mampu memberikan pelayanan kepegawaian yang lebih baik, transparan dan akuntabel yang diwujudkan dalam SAPK (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian). SAPK dibangun oleh BKN sejak tahun 2008 menyajikan pelayanan untuk kenaikan pangkat, pensiun, mutasi lainnya ataupun pemberian NIP pegawai, yang sudah dapat langsung tercetak secara otomatis, sehingga apabila sistem ini digunakan akan lebih akurat, efisien dan paperless. Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menggunakan SAPK pada awal tahun 2010 untuk proses kenaikan pangkat periode April. Pemanfaatan SAPK sebagai sistem yang lebih kepada user friendly harus mampu memberi kemudahan bagi pengguna dalam memanfaatkan layanan tersebut. Karena kemudahan dalam penggunaan akan berdampak terhadap keberhasilan penerapan implementasi sistem. Pada tesis ini, peneliti mencoba untuk mengevaluasi SAPK yang diterapkan di Kabupaten Trenggalek dengan mengetahui tingkat penerimaan pengguna melalui model integrasi Task Technology Fit (TTF) dan Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT) dan hasilnya ditujukan untuk memberikan saran bagi Pemkab Trenggalek dalam pengembangan SAPK selanjutnya. Disamping itu, peneliti juga menganjurkan Pemkab Trenggalek untuk meningkatkan pemahaman pengguna dari level atas sampai level bawah melalui program-program pelatihan dan untuk mengevaluasi secara periodik pelaksanaan SAPK.

Government policy on the implementation of e-government stressed to use information technology at national and local government agencies, a more comprehensive and integrated. Similarly in the field of personnel, use of information technology aims to improve the effectiveness and efficiency in the field of data processing and information management personnel, so as to provide better staffing services, transparant and accountable, which are manifested in SAPK (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian). SAPK was built by BKN since 2008 presents the service for promotion, pension, other mutations or NIP administration officials, who are able to directly printed automatically, so that when the system is in use will be more accurate, eficient and paperles. Trenggalek government began using SAPK in early 2010 for the promotion period of April. Utilization of SAPK as a system that is more user friendly to be able to provide convenience for the user in utilizing these services. Because of the ease of use will affect the successful implementation of system implementation. In this study, researchers sought to evaluate SAPK in Trenggalek applied to determine the level of user acceptance through the integration of the Task Technology Fit (TTF) and the Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT) and the results are intended to provide advice to local government in the SAPK further development. In addition, researchers also recommend government in Trenggalek to increase understanding of the user's top level to lower level through training programs and to evaluate periodically the implementation of SAPK.

Kata Kunci : Sistem informasi, SAPK, TTF, UTAUT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.