Laporkan Masalah

Gatra fisiologi hubungan antara asam gibberellat (GA3) dan mulsa dengan pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum annuum, L.) pada musim berbeda

HARSONO, Puji, Promotor Prof. Dr. Ir. Joedoro Soedarsono

2010 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian

Puji Harsono. Gatra fisiologi hubungan antara asam gjbberellat (GA3) dan mulsa dengan pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum annuum, L.) pada musim berbeda Penetitian d:i bawab Tim Promotor: Prof. Dr. lr. Joedoro Soeda:rsono sebagai Promotor, Prof Dr. Ir. Tohari, M.Sc., dan Dr. Jr. Dja'far Shiddieq. M.Sc., sebagai Ko-promotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) pengaruh berbagai jenis mulsa dan musim yang berbeda terhadap ik.Jim mikro dan sifat-sifat kimia tanah, (ii) pengarub pemulsaan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah pada musim berbeda, (iij) pengaruh pemberian asam gibberellat (GA3) terhadap pertumbuhan dan basil cabai merah pada musim yang berbeda (iv) hubungan antara GA3 dan mulsa dengan perturnbuhan dan hasil cabai merah pada musim berbeda Penelitian dilaksanakao di Desa Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo pada ketinggian 120 m di atas pennukaan laut, jenis tanah Vertisol. Penelitian pada musim kemarau (MK 2003) pada bulan Mei-Oktober 2003 dan musim penghujan (MH 2004) pada Januari-Juni 2004. Rancangan petak terpisah iliulang tiga kali iligunakan untuk mengkaji hubungan antara GA3 dan mulsa dengan pertumbuhan dan basil cabai merah pada musim berbeda Faktor petak utama adatah macam baban mulsa berupa mulsa anorganik pJastik polyetilen (Ml), mulsa organik jerami paru (M2), sekam padi (M3), seresahjagung (M4) masing-masing mulsa organik tersebut dengan takaran 6 ton.ha-1 , dan kontrol (MO). Kadar GA3 sebagai faktor anak petak; 5 ppm GA3 (Gl), 10 ppm GA3 (G2), 15 ppm GA3 (G3), 20 ppm GA3 (04), dan tanpa diberi GA3 (GO). Hasil uji kontras orthogonal pada percobaan MK 2003 menunjukkan bahwa aplikasi mulsa organik 6 ton.ha-1 meningkatkan suhu tanah, lengas tanah, KPK ~ pH tanah, C organik tanah, N total tanah dan K tanah tersedia yang lebih tinggj daripada kontrol, tetapi mengurangi nisbah C/N tanah walaupun tidak berpengaruh terhadap P tanah tersedia. Hasil penelitian pada MH 2004 memmjukka:n bahwa suhu ~ C organi:k. ta:nah, baha:n organik tanah, P tersedia, N total, nisbah C/N, dan kadar C(h ambient pada.per.lakuan.mulsa organik jerami, sekam dan seresah jagung lebih tinggi daripada kontrol, tetapi untuk pH dan kadar K tersedia tidak berbeda nyata. Aplikasi mulsa organik pada MK 2003 dibandingkan dengan mulsa plastik PE perak hitam tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap kadar P tersedia, tetapi secara nyata meningkatkan KPK tanah, pH tanah, C organik tanah, bahan organik tanah, N tanah total, K tanah tersedia, nisbah CIN tanah. lengas tanah dan menurunkan suhu tanah. Pada MH 2004, pengaruh antara mulsa organik dengan mulsa plastik: PE terhadap pH tanah dan K tanah tersedia tidak berbeda nyata, namun demikian untuk C organik tanah, bahan organik tanah, P tanab tersedia, N tanah total, C/N tanah dan C02 ambient lebih tinggi, walaupun suhu tanahnya lebih rendah. Tanaman cabai merab yang diberi mulsa organik dari jerami, sekam dan seresab jagung serta mulsa anorganik plastik polyetilen perak hitam pada MK 2003, memberikan serapan N, panjang buah, hasil buah dan komponen pertumbuhan (panjang ruas, jumlah cabang dik:otom, luas daun, indek luas daun, berat kering daun} yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman cabai tanpamulsa Rerata basil cabai merah per tanaman yang diberi mulsa meningkat 350 gram pada MK 2003 dan 420 gram pada MH 2004 dibandingkan dengan kontrol. Mulsa jerarni memberikan rerata basil buab tertinggi yaitu 1,29 kg.tanaman-l (MK 2003) dan 1,15 kg.tanaman-1 (MH 2004). Hasil buah per tanaman untuk tanaman cabai merah yang menggunakan mu]sa organik pada MK 2003 dan MH 2004 lebih tinggi dibandingkan tanaman cabai merah yang menggunakan mulsa plastik PE perak hitam (M2), peningkatan hasil tersebut 100 g.tanaman-1 pada MK 2003 dan 126 g.tanaman-1 pada MK 2003. Aplikasi GA3 yang diberikan lewat daun saat 35 - 110 hari setelah tanam dengan interval pemberian 2 minggu dibandingkan dengan kontrol (GO) untuk MK 2003 dan MH 2004, secara nyata meningkatkan serapan N, panjang b~ basil buah dan komponen pertumbuhan apabiJa dibandingkan dengan kontrol. Pada MK 2003, hasil buah per tanaman maksimum (1,29 kg) dicapai pada kadar 15 ppm GAJ, penyemprotan kadar GA3 optimum 11 ,67 ppm pada MH 2004 menghasilkan 1,13 kg buah.tanaman-1 Terjadi interaksi yang nyata antara perlalruan mulsa dengan aplikasi GA3 terhadap tinggi tanaman, berat kering akar, berat kering tanaman dan kadar GA3 daJam jaringan daun. Tanaman cabai merah tertinggi didapatkan pada perlakuan jerami dan 15 ppm GA3 untuk MK 2003 dan perlakuan mulsa sekam dan 15 ppm GA3 untuk MH 2004, tinggi tanaman pada kombinasi perlakuan mulsajerami + 15 ppm GA3 adalah 107,67 em (MK 2003) dan mulsa sekam + 15 ppm GA3 adalah 132,33 em (MH 2004). Pertumbuhan dan perkembangan sistem perakaran terbaik pada tanaman cabai merah yang diberikan mulsa jerami dan penyemprotan I 0 ppm GA3 untuk MK 2003 dan 15 ppm pada MH 2004, berat kering akar berturut-turut 9,6 g {mulsajerami + 10 ppm GA3) dan 8,44 g (mulsajerami + 15 ppm GA3). Produksi biomassa tertinggi dihasilkan pada tanaman cabai merah yang diberi kombinasi perlakuan mulsa jerami dan kadar 15 ppm GA3, rerata berat kering tanaman untuk percobaan MK 2003- dan MH 2004, masing-masing J02,5J g dan 124,24 g_ Penyemprotan 15 ppm GA3 me1alui daun pada tanaman cabai. merah yang diberi ~ulsa jerami pada MK 2003 dan mulsa seresah jagung pada MH 2004 menghasilkan rerata kadar GA3 dalam jaringan daun tertinggi, berturut-turut sebesar 1883,22 ~g.g-1 .dan 1251,63 ~g.g-1 • Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlak:uan mulsa dan pemberian GA3 terhadap parameter fisiologis yaitu laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman umur 87 - 127 HST. Tanaman cabai merah yang diberi mulsa jerami dan 15 ppm GA3 untuk MK 2003 dan MH 2004 memberik.an rerata laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman tertinggi. Laju asimilasi bersih masing-masing 565 mg.d.m-2.hari-1 (MK 2003) dan 162 mg.dm-2 Jlari-1 (MH 2004), laju pertumbuhan tanaman 982 mg . dm-2 .hari-1 untuk MK 2003 dan 86 mg.dm-2.harr1 (MH 2004).

Kata Kunci : Asam gibberellat (GA3),Mulsa,Pertumbuhan cabai merah

  1. S3-FTP-2010-Puji_Harsono-ABSTRACT.pdf  
  2. S3-FTP-2010-Puji_Harsono-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S3-FTP-2010-Puji_Harsono-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S3-FTP-2010-Puji_Harsono-TITLE.pdf