Laporkan Masalah

Kajian spektral citra Landsat 7 ETMplus untuk pemodelan floristik hutan rawa di kawasan Taman Nasional Sebangau Propinsi Kalimantan Tengah

SUKARNA, Raden Mas, Promotor Dr. Hartono, DESS, DEA

2010 | Disertasi | S3 Ilmu Geografi

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan rawa Taman Nasional Sebangau Provinsi Kalimantan Tengah, yahg bertujuan (1) mengkaji variasi nilai spekttal Citra Landsat 7 ETM+ melalui aplikasi model Fores( Canopy Density (FCD) untuk mendapatkan klasifikasi struktur hutan rawa yang akurat, (2) mengkaji model hubungan matematis antara nilai FCD Citra Landsat 7 ETM+ dengan nilai indeks luas kanopi hutan untuk mendapatkan model estimasi struktur hutan (3) menghasilkan model distribusi floristik hutan pada satuan bentang lahan berdasarkan · integrasi spasial antara variasi struktur hutan dan tipe bentuk lahan. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh multi-tingkat, yaitu aplikasi model FCD Citra Landsat 7 ETM untuk menentukan kerapatan kanopi hutan; foto udara format kecil untuk mengidentifikasi struktur hutan. Survai lapangan untuk menentukan nilai floristik dan analisis spasial satuan bentang lahan. Penelitian ini menemukan bahwa penentuan klasiflkasi spektral hutan rawa tidak dapat dilakukan dengan hanya menggunakan indeks vegetasi seperti NDV1 atau AVI secara sendiri, tetapi dapat dilakukan secara maksimal melalui model FCD. Terdapat huboogan lihier posltif yang signiflkan antara variasi spektral kerapatan kanopi hutan dengan variasi struktur hutan. Integrasi spasial antara variasi struktur hutan dengan variasi bentuk lahan rawa menghasilkan pola distribusi floristik yang spesifik pada masing-masing satuan bentang lahannya. Struktur hutan yang rapat pada satuan bentang lahan rawa menggambarkan keragaman floristik yang tinggi,sebaliknya pada struktur hutan yang jarang pada satuan bentang lahan menggambarkan keragaman floristik yang rendah. Hal ini semua merupakan ciri dari masing-masing satuan bentang lahan rawa.

This research was wriducted in swamp forest area of Sebangau National Park of Central Kalimantan Province, whose objectives were to (1) examine spectral variation of Landsat 7 ETM+ through Forest Canopy Density (FCD)model to obtain forest structure clasification accurately, (2) examine mathematics correlation model between FCD and Canopy Area Index (CAI) to fmd estimation model of forest s,tructure, (3) produce floristic distribution moqel in landscape unit based on spatial integration between both variations of forest structures and landforms. The research used multilevel remote sensing method, namely, application of FCD model to determine forest canopy density, identification of forest structure using aerial photography, ground survey and spatial amtlysis of landscape unit. the research found that determination of spectral classification of swamp forest could not be conducted by either NDVI or AVI individually, but it could be conducted maximatly by FCD modei. There were significantly positive linear correlations between spectral variations of FCD and forest structure. Spatial integration between both variations of forest structures and land fonns produced Specific flOristic diStribl:itiOti patt~ms of eacp landscape uj)it. Pense forest structure of swamp landscape unit illustrated high floristic diversity; on the other hand, open forest structure of landscape unit illustrated low floristic diversity. These are characteristics of each swamp landscape unit.

Kata Kunci : Variasi spektral,Kerapatan kanopi hutan,Struktur hutan,Floristik,Bentang lahan rawa, Spectral Variation, Forest Canopy Density, Forest Structure, Floristic, Swamp Landscape


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.