Model kinerja dokter dengan pembayaran kapitasi dalam program asuransi kesehatan
HENDRARTINI, Julita, Promotor Prof. dr. Moch Hakimi, Sp OG (K), Ph.D
2010 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran dan KesehatanLatar belakang. Dalam dua puluh tahun terakhir, sistem pembayaran dokter primer dalam program asuransi kesehatan di Indonesia mengalami perubahan dari model fee for service menjadi kapitasi. Pembayaran kapitasi yang digunakan oleh lembaga asuransi kesehatan untuk mempengaruhi praktek dokter primer sampai saat ini masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model pengaruh variabel variabel yang mempengaruhi kinerja dokter yang dibayar kapitasi. Metode. Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional. Total responden dokter primer sebanyak 290 dokter dengan 576 pasien Askes dan 300 pasien umum dari dokter yang bersangkutan, yang dicuplik secara acak sederhana. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, kepuasan kerja, sikap dan kepuasan pasien. Variabel terpengaruh adalah variabel laten kinerja dokter yang diukur dengan indikator angka utilisasi, angka rujukan dan kepuasan pasien. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) untuk mengestimasi pengaruh pembayaran kapitasi terhadap kepuasan kerja, sikap dan kinerja dokter. Hasil. Penelitian ini menunjukkan hampir separuh (42,5%) dokter mempunyai rasio pembayaran kurang dari 10% dari total income, sehingga tidak dianggap sebagai penghasilan utama. Variabel utama yang mempengaruhi kinerja dokter adalah sikap, disusul pengetahuan lama kontrak dan kepuasan kerja. Persentase pendapatan kapitasi tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja dokter, tetapi melalui sikap sebagai variabel perantara. Kesimpulan. Pembayaran kapitasi tidak efektif dalam meningkatkan kinerja dokter dan pengendalian biaya. Implikasi dari hasil ini adalah pentingnya memberi pengalaman positif agar dokter mempunyai sikap positif dan memperbaiki mekanisme kontrak dan hubungan antara lembaga asuransi kesehatan dan dokter primer untuk meningkatkan kinerja dokter primer yang lebih baik.
Background. In the last two decades, payment systems in health insurance schemes in Indonesia for GPs (family doctors) have been changed from fee for service to capitation. The capitation payment used by managed care organizations to influence practices of primary care physicians is still controversial. The purpose of this study is to describe predictor variables of GP’s performance on capitation payment. Methods. This study uses a cross-sectional survey design. The total subjects were 290 GPs who had contract with Askes at least 6 months and 576 patients who were members of Askes and 300 FFS patients, chosen by a simple random sampling technique. The data were collected by using questionnaires to asses knowledge, work satisfaction, attitude and patient’s satisfaction. The dependent latent variable was GP’s performance and the observed variables were utilization’s rate, refferal’s rate and patient’s satisfaction. The data were analyzed with Structural Equation Model to estimate the effect of capitation on doctor’s satisfaction, attitude and GP’s performance. Result. This study confirms that almost half of the GPs (45,2%) had ratio income of capitation lower than 10 % from the total income, therefore it couldn’t be expected as main income. The important variables in the prediction of GP’s performance are attitude, then knowledge, length of contract dan work satisfaction. Percentage of capitation income and GP’s satisfaction had indirect effect on GP’s performance, but influence GP’s attitude as mediating variable toward GP’s performance to control the cost. Conclusion. Capitation payment was ineffective in changing the GP’s performance and cost containment. The implication of these findings is important to improve contract of capitation payment by giving positive experience to influence the attitude and it needs a strategy to improve insurance-provider relationships to increase GP’s performance.
Kata Kunci : Kapitasi,Lama kontrak,Kepuasan kerja,Sikap,Kinerja dokter,capitation, length of contract, work satisfaction, attitude, GP’s performance.