Pembagian kerja serta peran suami istri dalam pengambilan keputusan di rumah tangga perdesaan :: Fenomena dua dusun di sisi selatan gunungapi Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta
HASTUTI, PromotorProf. Dr. AJ. Suhardjo, MA
2009 | Disertasi |Studi ini ditujukan untuk memperoleh pemahaman citra wilayah penelitian meliputi kondisi fisiografis, aksesibilitas, dan sosial ekonomi penduduknya, menganalisis persamaan dan perbedaan mengenai pembagian kerja antara suami istri antarwilayah penelitian, dan mengkaji peran suami istri dalam pengambilan keputusan pada masing-masing lapisan sosial, serta membandingkan polanya antarwilayah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan di Bantarjo dan Kalitengah Lor. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur terhadap seluruh suami istri yang berjumlah 120 di Bantarjo dan 83 di Kalitengah Lor. Wawancara mendalam terhadap informan yaitu tiga pasangan suami istri dari masing-masing strata rumah tangga dan orang-orang kunci pada komunitas bersangkutan. Data hasil wawancara terstruktur dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan tabel frekuensi, dan deskriptif kualitatif untuk analisis data hasil wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan, Bantarjo memiliki karakteristik lingkungan geografi kondusif, relatif datar, didominasi lahan sawah, aksesibilitas lebih baik, persaingan penggunaan lahan lebih ketat, dan kegiatan ekonomi lebih bervariasi. Kalitengah Lor memiliki lingkungan geografi kurang kondusif, didominasi lahan kering tersebar dengan kemiringan curam sampai sangat curam, aksesibilitas kurang baik, seluruh rumah tangga menggantungkan hidup dari pertanian, peternakan, dan memanfaatkan sumberdaya sekitar. Rerata penguasaan lahan di Bantarjo 0,0980 ha, di Kalitengah Lor 0,6201 ha. Perbandingan pendapatan rumah tangga antara rumah tangga miskin, cukupan, dan kaya di Bantarjo 1:4:20, di Kalitengah Lor 1:2:4, ketimpangan pendapatan rumah tangga di Bantarjo lebih nyata katimbang Kalitengah Lor. Pendidikan suami cenderung lebih tinggi katimbang istri, dan pendidikan suami istri di Bantarjo lebih tinggi katimbang di Kalitengah Lor. Pada seluruh rumah tangga curahan waktu istri untuk kegiatan rumah tangga lebih banyak katimbang suami. Di Bantarjo curahan waktu suami istri untuk pertanian peternakan paling banyak pada rumah tangga miskin dan paling sedikit pada rumah tangga kaya. Di Kalitengah Lor curahan waktu suami istri untuk pertanian dan peternakan paling banyak pada rumah tangga kaya dan paling sedikit pada rumah tangga miskin. Curahan waktu suami istri untuk kegiatan di luar usahatani di Bantarjo paling sedikit pada rumah tangga miskin dan paling banyak pada rumah tangga kaya, sebaliknya di Kalitengah Lor curahan waktu suami untuk bekerja paling banyak pada rumah tangga kaya dan curahan waktu istri untuk bekerja paling banyak pada rumah tangga miskin. Pengambilan keputusan kegiatan rumah tangga kedua dusun peran istri lebih dominan katimbang peran suami. Pengambilan keputusan pada pertanian dan peternakan di Bantarjo peran suami lebih menonjol katimbang istri, dan di Kalitengah Lor suami istri memiliki peran yang seimbang. Kegiatan investasi lebih menonjol di Bantarjo katimbang Kalitengah Lor. Pengambilan keputusan perbaikan rumah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di kedua dusun banyak ditentukan bersama. Di kedua dusun tidak dijumpai keputusan oleh suami sendiri tentang anak, dan keputusan tentang anak banyak ditentukan bersama. Keterlibatan istri pada kegiatan publik tidak serta merta berpengaruh terhadap peran istri dalam pengambilan keputusan ranah publik dan domestik kecuali keputusan pada kegiatan rumah tangga.
This study aims to understand the condition of the research settings in terms of physiography, accessibility, and socio-economy, to analyze similarity and difference of work division between husbands and wives, and to study the role of husbands and wives in decision-making at each social level, and to compare its patterns at each area of research. Locations of the research are in Bantarjo and Kalitengah Lor villages. Data are acquired through guided interviews to 120 couples in Bantarjo and 83 couples in Kalitengah Lor followed by in-depth interviews to the informants, three couples from each level of family and key persons of the related community. Data resulted from guided interview are analyzed descriptively and quantitatively by using frequency tables. Data resulted from in-depth interview are analyzed descriptively and qualitatively. The result of the research shows that Bantarjo has a good, relatively flat topography. It is dominated by rice fields with competitive use of land, various economic activities and good accessibility. Kalitengah Lor is dominated by dry area spreading with steep to very steep slopes and bad accessibility. All families in this village depend their life on farming and cattle breeding. Mean of land owning in Bantarjo is 0.0980 ha and 0.6201 ha in Kalitengah Lor. The comparison of household income between the poor, middle, and the rich family is 1:4:20 in Bantarjo and 1:2:4 in Kalitengah Lor. The gap of family income in Bantarjo is clearer than in Kalitengah Lor. Education level in Bantarjo is higher than in Kalitengah Lor and the husbands level of education is higher than the wives. In all families, wives spend more time for household activities than the husbands do. In Bantarjo, poor families mostly spend time for farming and cattle breeding. On the contrary, in Kalitengah Lor, rich families spend most of the time in farming and cattle breeding. Rich families in Bantarjo spend most of the time for activities out of farming but not the poor families. In Kalitengah Lor, husbands from rich families spend their time most of the time to work and wives of poor families spend most of the time to work. Wives in both villages play dominant role in decision making on household’s affairs. In Bantarjo, husbands dominate the decision making on farming and cattle breeding, but in Kalitengah Lor the husbands and wives play balance roles. People in Bantarjo invest more than the people in Kalitengah Lor. Decision making on house renovation and social activities is more on both husbands’ and wives’ hands. In both villages, there is no decision on children matter made by only the husbands. Decision on children matter is on both husband and wive hands. The involvement of the wives in public domain does not automatically influence the role of the wives on decision making in public and domestic domain.
Kata Kunci : Lingkungan geografi,Pembagian kerja,Pengambilan keputusan,geographical environment, work division, decision making