Laporkan Masalah

Peranan pelatihan membaca dengan model kognitif-behavioral terhadap kemampuan membaca pada anak

WULAN, Ratna, Promotor Prof. Dr. Masrun, MA

2009 | Disertasi |

Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama (survei) bertujuan untuk mengetahui peran inteligensi, penguasaan kosakata, sikap terhadap membaca, dan minat membaca terhadap kemampuan membaca siswa kelas 4 sekolah dasar, berusia 9-10 tahun. Ciri subjek adalah tidak terganggu penglihatan dan pendengarannya serta tidak mengalami retardasi mental. Tahap kedua (eksperimen) bertujuan untuk menguji peranan pelatihan membaca dengan model kognitif-behavioral yang disusun peneliti untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui peningkatan penguasaan kosakata, sikap terhadap membaca, dan minat membaca pada siswa-siswa tersebut. Alat pengumpul data adalah CFIT Skala-2 untuk mengukur inteligensi, Tes Membaca untuk mengukur kemampuan membaca, Skala Sikap Terhadap Membaca untuk mengukur sikap terhadap membaca, dan Skala Minat Membaca untuk mengukur minat membaca. Subjek penelitian tahap pertama 377 murid dari 16 SDN di kota Yogyakarta, terdiri dari 180 laki-laki dan 197 perempuan. Hasil analisis regresi dengan empat prediktor, menunjukkan keempat prediktor secara bersama-sama berperan terhadap kemampuan membaca (R = 0,592, F = 50,154 dengan p < 0,05) dan sumbangannya sebesar 35% (penguasaan kosakata 29%, inteligensi 5,4%, sikap terhadap membaca 0,6%, dan minat membaca 0%). Analisis dwivariat antara kemampuan membaca dengan masing-masing variabel menunjukkan sikap terhadap membaca dan minat membaca tidak signifikan. Subjek penelitian tahap kedua adalah murid-murid dari enam SDN yang diambil dari 16 SDN penelitian tahap pertama. Tiga SDN sebagai kelompok eksperimen yaitu mendapat perlakuan pelatihan membaca, terdiri dari 56 murid (16 laki-laki dan 40 perempuan), tiga SDN sebagai kelompok kontrol terdiri dari 59 murid (33 laki-laki dan 26 perempuan) tidak mendapat perlakuan apapun. Analisis perbedaan skor-perolehan kemampuan membaca antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menggunakan anakova dengan inteligensi sebagai kovariabel, diperoleh F = 7,530 dengan p < 0,05, sumbangan 6,3%. Jadi program pelatihan membaca dengan model kognitif-behavioral berperan dalam meningkatkan kemampuan membaca. Cek manipulasi dilakukan dengan menganalisis perbedaan skor-perolehan penguasaan kosakata, sikap terhadap membaca, dan minat membaca antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Diperoleh F = 5,627, 10,179, dan 0,728 di mana penguasaan kosakata dan sikap terhadap membaca berbeda secara signifikan, sedangkan minat membaca tidak signifikan.

Reading comprehension among fourth grader was investigated in two steps. The first step (survey) was to investigate the role of intelligence, vocabulary knowledge, attitudes toward reading, and interest in reading toward reading comprehension among fourth graders. Subjects were students without any visual or auditory disturbances and mental retardation. The second step (experiment) was to examine the role of a training for reading by cognitive-behavioral model which was designed to increase reading comprehension by increasing vocabulary knowledge, attitudes toward reading, and interest in reading for those students. CFIT Scale-2 was used to measure intelligence, Reading Test was used to measure reading comprehension, Attitudes Toward Reading Scale was used to measure attitudes toward reading, and Interest in Rreading Scale was used to measure interest in reading. The survey involved 377 fourth graders (180 males and 197 females) from 16 public elementary schools in the city of Yogyakarta. The results of four predictors regression analysis showed that those four predictors influenced reading comprehension (R = 0.592, F = 50.154, p < 0.05), effect size was 35% (vocabulary knowledge 29%, intelligence 5.4%, attitudes toward reading 0.6%, and interest in reading 0%). Bivariate analysis showed no correlation between attitude s toward reading and reading comprehension, and no correlation between interest in reading and reading comprehension. The participants of the experiment were 56 students (16 males and 40 females) as the experimental group and 59 students (33 males and 26 females) as the control group. Training for reading by cognitive-behavioral model was applied as the treatment to the experimental group. Ancova with intelligence as covariate was used to analyze the gained-score of reading comprehension. The result of this experiment showed that training for reading by cognitive-behavioral model has play role to increase reading comprehension; F = 7.530, p < 0.05, effect size was 6.3%. The differences of gained-score in vocabulary knowledge, attitudes toward reading, and interest in reading was analyzed as manipulation checks, results showed F =5.627, 10.179, and 0.728, the differences were sifnificant unless interest in reading

Kata Kunci : Pelatihan membaca model kognitif-behavioral,Kemampuan membaca,Penguasaan kosakata,Inteligensi,Sikap terhadap membaca,Minat membaca


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.