Laporkan Masalah

Pengaruh orientasi budaya individual, jenis kelamin, dan orientasi budaya masyarakat terhadap gejala somatisasi dan depresi murni

SUSANA, Tjipto, Promotor rof. Johana E. Prawitasari, Ph.D

2009 | Disertasi |

Studi lintas budaya menunjukkan bahwa kecenderungan ekspresi depresi yang bersifat somatik umum dijumpai di negara-negara non-Barat. Ekspresi ini berbeda dengan masyarakat Barat yang pada umumnya cenderung nonsomatik atau disebut sebagai depresi murni. Perbedaan ekspresi depresi ini berkaitan dengan perbedaan orientasi budaya di antara keduanya. Negara-negara Barat pada umumnya mempunyai orientasi budaya individualis, sementara itu negara-negara non-Barat pada umumnya mempunyai orientasi budaya kolektivis. Dalam tingkat individu, orientasi budaya kolektivis disebut sebagai alosentris, sedangkan orientasi budaya individualis disebut sebagai idiosentris. Dari penjelasan konstruksi sosial, seseorang yang alosentris cenderung mengembangkan pemaknaan somatik dan seseorang yang idiosentris cenderung mengembangkan pemaknaan psikologis. Proses psikologisasi dan somatisasi ini diasumsikan berkaitan dengan perbedaan manifestasi depresi. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa ekspresi depresi dalam bentuk gejala somatik ini lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan laki- laki. Fenomena ini diasumsikan berkaitan dengan konstruksi sosial budaya dan faktor biologis. Berdasarkan kajian pustaka tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh orientasi budaya individual (idiosentrisme-alosentrisme), jenis kelamin, dan orientasi budaya masyarakat (individualisme-kolektivisme) terhadap pembentukan gejala somatisasi dan depresi murni pada individu yang mengalami distres. Subjek penelitian adalah 185 penderita gangguan somatisasi, depresi, dan orang yang mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada kedua jenis gangguan tersebut tetapi belum memenuhi kriteria diagnostik untuk kedua gangguan tersebut. Semua subjek mengalami tekanan hidup taraf sedang sampai sangat berat dan berasal dari masyarakat individualis dan kolektivis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif-kualitatif dengan rancangan dominan-kurang dominan yang dilakukan secara paralel (KUAN + kual) (Creswell, 1994; Tashakkori & Teddlie, 1998). Data dikumpulkan melalui wawancara, Skala Depresi, Somatisasi, dan Idiosentrisme-alosentrisme. Skor skala akan dianalisis secara kuantitatif menggunakan Model Persamaan Struktural atau Structural Equation Model (SEM). Sementara itu hasil wawancara dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) orientasi budaya individual dan masyarakat berpengaruh langsung terhadap gejala somatisasi dan depresi murni; (2) jesnis kelamin tidak mempunyai pengaruh terhadap gejala somatisasi dan depresi murni; (3) jenis kelamin tidak memoderasi pengaruh orientasi budaya individual terhadap gejala somatisasi dan depresi murni; (4) orientasi budaya masyarakat memoderasi pengaruh orientasi budaya individual terhadap gejala somatisasi dan depresi murni; (5) pada masyarakat kolektivis, gejala somatisasi merupakan gejala prodromal dari depresi dan sebaliknya; (6) pada masyarakat individualis, tidak ada hubungan antara gejala somatisasi dan depresi.

Cross cultural studies indicated that manifestation of depression in somatic complaints was common in non-Western countries. This expression is different from that of Western society who generally expressed it in non-somatic complaints, usually called as Pure Depression. The differences were assumed to be related to differences in cultural orientation between Western and non-Western countries. Western countries generally have individualistic orientation, whereas non-Western countries generally have collectivistic orientation. At the individual level, collectivistic orientation is called allocentrism and individualistic orientation is called idiocentrism. From social construction explanation, allocentric person tends to develop somatic meaning and idiocentric person tends to develop psychological meaning. These somatization and psychologyzation process are assumed to be related to differences in manifestation of depression. Some studies also showed that manifestation of depression in somatic symptoms is more commonly found in women than men. This phenomenon is assumed to be related to social construction and biological factors. Based on literature reviews, the researcher proposed the purpose of this study as to examining the role of individual’s cultural orientation (idiocentrism-allocentrism), society’s cultural orientation (individualismcollectivism), and sex in developing somatization and pure depression symptoms of distressed persons. Subjects involved in this study were 185 patients with somatization disorder, depression disorder, and person with symptoms leads to depression disorder and/or somatization, but did not meet diagnosis criteria for both disorders. All subjects experience moderate to severe life distress and came from individualistic and collectivistic society. Research design used in current study was quantitative-qualitative mixed method with dominant-less dominant design conducted in parallel (QUAN + qual) (Creswell, 1994; Tashakkori & Teddlie, 1998). Data were collected by interview, depression scale, somatization scale, and idiocentrism-allocentrism scale. Scores from the scales were analyzed quantitatively using Structural Equation Model (SEM). Whereas interview data were analyzed qualitatively using case study approach. The results of current study indicated that: (1) individual’s and society’s cultural orientation have direct effect on somatization and depression symptoms; (2) sex has no effect on somatization and depression symptoms; (3) the effect of individual’s cultural orientation on somatization and depression symptoms is not moderated by sex; (4) the effect of individual’s cultural orientation on somatization and depression symptoms is moderated by society’s cultural orientation; (5) in collectivistic society, somatization symptoms are a prodromal symptoms of depression and vice versa; (6) in individualistic society, there is no correlation between somatization and depression.

Kata Kunci : Depresi,Depresi murni,Jenis kelamin,Distres,Orientasi budaya indibvidual,Orientasi budaya masyarakat,Psikologisasi,Somatisasi, depression, pure depression, distress, sex, individual’s


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.