Laporkan Masalah

Analisis penerapan kebijakan limbah cair rumah sakit berbasis keselamatan dan kesehatan kerja :: Evaluasi dampak kebijakan dengan menyertakan risiko dan ergonomik

SUGEHA, Benyamin Senduk, Promotor Prof. Dr. dr. Subijanto

2008 | Disertasi | S2 Ilmu Lingkungan

Hipocrates (460-370 SM) telah meletakan prinsip lingkungan sebagai konsep dasar kesehatan manusia. Ratusan tahun kemudian konsep tersebut digantikan dengan konsep penyakit sebagai obyek studi kedokteran. Dua ribu tahun berselang konsep lingkungan baru dikenalkan secara formal dan global lewat konvensi Stockholm (1972). Disayangkan apabila kesehatan jarang dianggap penting dalam program-program lingkungan (WHO, 1989). lnternalisasi limbah cair rumah sakit secara adhoc dengan teknologi end-of pipe lewat pembangunan bioreaktor dalam wujudkan IPAL merupakan salah satu bukti aktual. lmplementasi kebijakan internalisasi limbah cair tersebut telah menimbulkan dampak dan di komplain oleh tetangga, sehingga perlu dipertanyakan: Seberapa jauh implementasi kebijakan IPAL rumah sakit itu menjamin keselamatan dan kesehatan civitas hospitalia. Pertanyaan itu perlu diurai menjadi: (1) Bagaimana respon civitas hospitalia . (2) Bagaimana hasil evaluasi dampak kebijakan IPAL rumah sakit berkaitan dengan bahaya dan risiko bagi civitas hospitalia. (3) Apakah kebijakan limbah cair rumah sakit itu ergonomis. Disertasi ini bertujuan untuk mendapatkan kebijakan lingkungan yang lebih komprehensif dengan mengungkapkan adanya kebijakan yang tidak qiarahkan secara tepat (policy misguidance) sehingga merugikan kesehatan dan pembangunan yang berkelanjutan. Disertasi ini akan bermanfaat dalam meningkatkan kebijakan lingkungan yang lebih komprehensif, berwawasan pembangunan dan humanistik. Methode yang dipakai adalah diskriptif kualitaitif melalui penelitian trianggulasi lewat observasi, kuisiener pada karyawan dan wawancara pada direksi. Analisis difokuskan pada evaluasi dampak keijakan, dengan Hazard identification and risk assessment sesuai panduan OHSAS 18001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dibangun IPAL didalam rumah sakit, sebagai implementasi dari kebijakan limbah cair rumah sakit, mempunyai tingkatan risiko substantial dan tidak ergonomik. temyata berbahaya, Kesimpulan: kebijakan limbah cair rumah sakit tidak komprehensif dalam pembuatannya sehingga menimbulkan unsafepolicy yang dalam implementasinya dapat mengganggu kesehatan dan pembangunan yang berkelanjutan. Saran: kebijakan limbah cair rumah sakit harus ditingkatkan dalam substansi, proses maupun pengarahannya.

Kata Kunci : Teknologi end of pipe,IPAL rumah sakit,Limbah cair

  1. S3-PAS-2008-BenyaminSendukS-Abstract.pdf  
  2. S3-PAS-2008-BenyaminSendukS-Bibliography.pdf  
  3. S3-PAS-2008-BenyaminSendukS-Tableofcontent.pdf  
  4. S3-PAS-2008-BenyaminSendukS-Title.pdf