Sarana navigasi kognitif sebagai upaya peningkatan legibilitas dan kemudahan evakuasi pada bangunan mal atau fasilitas umum
ETSEM, Magda Bhinnety, Promotor Prof. Dr. Bimo Walgito
2008 | Disertasi |Interaksi antara manusia dengan hasil teknologi kadangkala belum optimal karena aspek psikologis belum dipertimbangkan secara seksama. Fasilitas umum berupa mal adalah salah satu hasil teknologi yang sangat atraktif. Mal di Indonesia memiliki karakteristik: (a) pengunjungnya puluhan ribu orang setiap harinya; (b) orang yang datang cenderung bergantiganti, dan (c) berupa gedung berlantai 3~5 dengan luas lantai yang sangat besar, jumlah ruangan per lantai yang banyak, dan tata letak ruangan yang tidak sederhana, amat memerlukan sarana yang dapat meningkatkan legibilitas dan kemudahan evakuasi pengunjung dalam keadaan darurat yang memerlukan waktu reaksi singkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji: kinerja kognisi-spasial dan pemanfaatannya, melalui penggunaan peta Anda Di Sini (ADS) sebagai informasi dalam situasi normal dan sebagai sarana navigasi kognitif dalam situasi yang memerlukan waktu reaksi singkat. Metode penelitian terdiri atas 3 tahapan, yaitu: (1) survei status ke 20 mal di Jawa, untuk memperoleh gambaran karakteristik kondisi fisik spasial dan suasana mal khas Indonesia, (2) eksperimen pendahuluan di sebuah gedung baru yang susunan fisiknya memenuhi kriteria suatu mal, dan (3) penelitian eksperimen di suatu gedung mal yang baru selesai dibangun, yang melibatkan 160 subyek dan 18 eksperimenter. Subyek ditugaskan untuk melakukan pencarian jalan: menemukan ruangan pada lantai berbeda, menemukan ruangan pada lantai yang sama, dan mencari jalan keluar melalui tangga/pintu darurat, dengan terlebih dahulu diminta mencermati peta ADS yang divariasikan jenisnya (Orientasi Arah Utara/OAU, dan searah subyek) dan rotasi penempatannya (R0, R45, R90, R135, R180, R225, R270, R315). Subyek diminta membuat rangking tingkat kejelasan manual tentang penyelamatan diri pada situasi darurat, tugas membuat sketsa peta untuk mengungkap representasi peta kognitif, dan tugas menjawab pertanyaan isi manual. Kesimpulan yang diperoleh adalah: (1) terdapat perbedaan waktu reaksi pencarian jalan antara peta yang menganut konsep OAU, dengan peta yang searah; waktu reaksi pada peta yang searah lebih singkat dibanding peta yang OAU; (2) terdapat perbedaan waktu reaksi antara berbagai variasi rotasi peta ADS, untuk jenis peta OAU; sampai dengan rotasi 180"simbol" semakin besar rotasi peta ADS akan semakin lama waktu reaksi, selebihnya waktu reaksi menurun; tidak terdapat perbedaan waktu reaksi antara berbagai variasi rotasi peta ADS, untuk jenis peta yang searah; (3) terdapat perbedaan jumlah salah-arah yang dilakukan selama pencarian jalan antara peta yang OAU dengan peta yang searah; jumlah salah-arah selama pencarian jalan pada peta yang searah jauh lebih kecil dibanding yang OAU; (4) terdapat jenis peta dan cara penempatan (rotasi) peta ADS yang memberikan respon waktu reaksi relatif kecil karena rotasi-mentalnya nol, yaitu: jenis peta yang menganut OAU–RO (dipasang menghadap ke selatan), atau peta yang jenis dan pemasangannya mengikuti prinsip searah subyek, (5) terdapat manual berbentuk komik berwarna yang dapat dipersepsi secara benar dalam waktu singkat; (6) subyek rata-rata memiliki kemampuan representasi peta kognitif cukup tinggi sehingga dapat diberdayakan untuk navigasi kognitif.
Interaction between human and technology sometime is not yet optimum due to the fact that psychological aspect has not been thoroughly considered. Mall is an attractive public facilities that resemble product of technology. Malls in Indonesia have special characteristics: (a) the number of visitors everyday is so high, (b) the visitors are always changing every time, (c) the mall building is always a multi-storey type where the area of each storey is very large. High degree of legibility is needed for optimal use of the mall. Besides, visitor evacuation with relatively shorter reaction time is desired during emergency situation. The present research is conducted to study: (a) spatial cognition performance of human when short reaction time is demanded, and (b) utilization of such performance together with You Are Here (YAH) map as cognitive navigation tool for better emergency responds. The research method consist of 3 stages, i.e.: (a) status survey to 20 malls in Java island to obtain global view of spatial physical characteristics of Indonesian malls, (b) preliminary experiment at a new building with its setting satisfies mall characteristics, and (c) experimental research conducted at a real new mall building that has not been accessible for publics, involving 160 subjects and 18 experimenters. Subjects were assigned to do wayfinding tasks: finding a room at different floor, finding a room at the same floor, and finding way out through emergency stairs and exit. Prior to wayfinding, subjects were asked to look at a ADS map that has been manipulated in terms of the type (North Up Orientation or Inline Egodirection), and its placement rotation/(R0, R45, R90, R135, R180, R225, R270, R315). Subjects were also assigned to rank degree of clarity of 3 leaflets containing information of emergency responds at public building, to make scats map for assessing their cognitive map representation ability, and to answer questions related to the leaflet. Based on the experiment results the following conclusions could be drawn: (a) there is a difference in wayfinding reaction time between YAH map that follow North Up Orientation and that of Inline Egodirection; wayfinding reaction time of Inline Egodirection map is lower than that of North Up Orientation map; (b) there is a difference in wayfinding reaction time among various placement rotation of YAH map that follow North Up Orientation; up to rotation of 180"symbol", the more the rotation angle of YAH map the longer the reaction time will be; (c) there is no difference in wayfinding reaction time among various placement rotation of YAH map that follow Inline Egodirection principle; (d) there is a difference in the number of direction mistake during wayfinding between YAH map that follow North Up Orientation and that of Inline Egodirection; the number of direction mistake of Inline Egodirection map is lower than that of North Up Orientation map; (e) there is a combination of YAH map type and the way it is placed (rotation) that results in relatively shorter wayfinding reaction time, i.e.: those that affecting mental rotation equal to zero; (f) there is a kind of leaflet that could be correctly perceived within a relatively short time; (g) in general all subject possess high cognitive map representation ability that could be utilized in cognitive navigation during emergency.
Kata Kunci : Pencarian jalan,Rotasi mental,Peta Anda di Sini,Navigasi kognitif,Orientasi arah utara,wayfinding, mental rotation, You Are Here, cognitive navigation, North Up Orientation