Analisis ratio keuangan perusahaan untuk memprediksi stabilitas harga saham di masa resesi ekonomi
PANE, Putri Kamalia, Zaki Baridwan, Prof., Dr., M.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister ManajemenTingkat stabilitas atau volatilitas harga saham adalah cara mengukur risiko kepemilikan saham, dan merupakan elemen dasar dalam perhitungan beta. Investasi yang aman selama ini menjadi kepentingan investor, manajer investasi, manajer keuangan, dan akademisi, dan pada periode resesi ekonomi hal ini menjadi kepentingan yang diutamakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan bukti secara empiris tentang rasio-rasio keuangan memiliki kemampuan untuk digunakan dalam membedakan perusahaan dengan stabilitas harga saham di masa resesi ekonomi di Indonesia. Analisis ini mengukur stabilitas harga saham pada saham-saham aktif yang tercatat dalam Kompas 100 non Peibankan dan Lembaga Keuangan selama periode resesi ekonomi yaitu bulan Juni dan Desember 2010. Dari 100 perusahaan terpilih 66 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria. Tingkat stabilitas harga saham dikategorikan berdasarkan volatilitas harga saham, dimana harga saham dengan ramgking 1 sampai 33 harga saham stabil memiliki volatilitas terendah dan 34 sampai 66 harga saham tidak stabil memiliki volatilitas tertinggi. Faktor yang dianalisis adalah harga saham sebagai variabel dependen dan Return on Equity, Price Earnings Growth, Financial Leverage, Operating Leverage sebagai variabel independen. Hasil penelitian menggunakan analisis diskriminan, Uji statistik Wilks Lambda dan Stepwise menunjukkan bahwa Return on Equity secara signifikan dapat membedakan antara kelompok harga saham stabil dan tidak stabil di masa resesi ekonomi. Optimum Cutting Score menunjukkan 28 perusahaan kelompok harga saham stabil dan 22 perusahaan kelompok saham tidak stabil berhasil diprediksi secara tepat. Manfaat dari penelitian ini adalah menghasilkan formula untuk memprediksi stabilitas harga saham perusahaan jika teijadi kemunduran ekonomi di masa yang akan datang. Kata kunci: stabilitas harga saham, harga saham. Return on Equity, Liice Earnings Growth, Financial Leverage, Operating Leverage, analisis diskriminan, periode resesi ekonomi.
Stockprice instability or valatility is a measure of risk in holding common stocks, and indeed, it is the basic element in the calculation of beta. Safety of investment has been of interest to investors, investment councelors, financial managers, and academiciansfor many years, and in period of economic recession it becomes of paramount importance. The purpose of this research is to get empirical evidence whether financial ratio able to discriminate stock price stability in period ofeconomic recession. The analysis measure stock price stability in active stock which were listed in Kompas JOO with categorized non Bank and Financial Institution within period of economic recession that is June and December 2010. From JOO firms, this reserch found 66 firms match with our criteria. Stock price stability categorized by volatility, rank I until S3 is less volatility and rank 34 until 66 is high volatility. Analyzed factor is stock price as dependent variable and Return on Equity, Price Earnings Growth, Financial Leverage, Operating leverage as independent variable. Result of this reaserch discriminant analysis, Wilks Lambda and Stepwise shows that Return on Eiquity significantly can discriminate instability and stability stock price in period of economic recession. Optimum Cutting Score shows 28 firms is stable stock price and 22 firms is unstable stock price predicted corectly. Therefore this research suggest new formula may be use to predict firms stock price stability in the event of future economic downturns. Key word: stock price stability, stock price. Return on Equity, Price Earnings Growth, Financial Leverage, Operating leverage, discriminant analysis, period ofeconomic recession.
Kata Kunci : Stabilitas harga saham,Harga saham,Return on equity,Price earnings growth,Financial leverage,Operating leverage,Analisis diskriminan,Periode resesi ekonomi