Laporkan Masalah

Anak-anak dan agama: Siswa sekolah Islam berbicara tentang konsep-konsep agama :: Studi kualitatif di SD Muhammadiyah Karangwaru

MAIZIDA, Karlina, Muh Agus Naryatno, Ph.D

2010 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Teori perkembangan manusia menyatakan bahwa agama merupakan urusan orang dewasa. Konsep agama merupakan suatu yang sangat dalam, rumit dan misterius untuk anak-anak (Paloutzian, 1996) karena mereka belum memiliki kemampuan berpikir abstrak (Piaget, 1954; Elkind, 1970). Sayangnya, anak-anak biasanya sudah dilibatkan dengan agama melalui berbagai aktivitas seperti sekolah minggu, kelas pelajaran agama dan belajar mengaji setiap sore. Beberapa hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa ternyata anak-anak sudah memiliki kemampuan abstrak dalam menggambarkan Tuhan (Nyhof, 2009). Penelitian-penelitian terdahulu tentang perkembangan religiusitas (Harm, 1944; Thun, 1959; Goldman, 1964; Pealting, 1974) masih terbatas pada studi terhadap anak-anak yang beragama Kristen sementara di Indonesia mayoritas penduduk adalah Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna agama pada anak-anak Muslim. Penelitian ini adalah model penelitian kualitatif dengan metode fenomenologis dan jenis penelitian perkembangan dalam studi ini menggunakan pendekatan lintas-waktu. Penulis menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi untuk mengumpulkan data dan semua data yang ada dianalisis secara kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak enam anak di sekolah Islam (usia antara 7-12 tahun). Temuan umum dalam penelitian ini menunjukkan bahwa agama bagi anak-anak bersifat sangat literal dan konkret. Pemahaman mereka tentang agama dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia; jenis kelamin; orang tua; sekolah dan guru serta kehidupan sosial yang lebih luas.

Human development theory argues that religion is an adult concern. The concept of religion is too deep, complicated and mystical for children (Paloutzian, 1996), since children have not yet begun to develop abstract thinking (Piaget, 1954; Elkind, 1970). Nevertheless, children are usually involved with religion for example; Sunday school, religious instruction classes, memorizing the Koran in mosque every afternoon, etc. In fact, some research on children conducted in Indonesia has shown that children have abstract thinking in conceptualizing God (Nyhof, 2009). Previous research about religious development (Harm, 1944; Thun, 1959; Goldman, 1964; Pealting, 1974) has been limited to studies of Christian children while most people in Indonesia are Moslem. The purpose of this research is to explore what the meaning of religion to Moslem children. Methodology of this research is qualitative with phenomenological approach and the development method in this research is cross-sectional. I use in-depth interview and observation to collect data and all data collected is analyze using qualitative method. The informants of this research are six children in Islamic school (age around 7-12 years). General finding of this research shows that religion for children is quite literal and concrete. Their understanding about some religious concepts are influenced by several factors such as age; sex identity; parents; school and education; broader social life.

Kata Kunci : Anak-anak, Konsep-konsep agama dan kualitatif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.