Resistensi masyarakat terhadap pembangunan pariwisata :: Studi kasus tentang pembangunan pariwisata dan resistensi masyarakat Nafri, Enggros, Tobati dan Muara Tami terhadap pembangunan objek wisata Pantai Holtekam di Kota Jayapura
SAUD, Herman, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataPariwisata merupakan salah satu sektor strategis untuk dikembangkan di Papua. Wilayah ini memiliki kawasan pantai yang sangat menarik, yang didukung melimpah dan beragamnya kekayaan alam dan budaya lokal, salah satunya Pantai Holtekam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perencanaan dan pelaksanaan pembangunan wisata Pantai Holtekam di Kota Jayapura dan penyebab masyarakat Nafri, Enggros, Tobati dan Muara Tami beresistansi terhadap pembangunan itu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah tiga lokasi, yaitu Distrik Abepura, Distrik Jayapura Selatan, dan Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan teknik wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumenter. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan objek wisata Pantai Holtekam Kota Jayapura tidak berjalan baik, sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan. Perencanaan pembangunan ini tidak dilandasi studi kelayakan yang baik, dan pelaksanaannya tidak melibatkan masyarakat lokal. Masyarakat lokal melakukan resistansi karena lima faktor, yaitu: (1) ketidakpuasan pada pola dan gaya hidup serta dominasi pejabat daerah di dalam pembuatan keputusan pembangunan; (2) koordinasi yang lemah antara Dinas Provinsi dan Pemerintah Kota; (3) aspirasi dan kepentingan masyarakat adat yang diabaikan; (4) kurangnya sosialisasi tentang proyek pembangunan Pantai Holtekam; dan (5) rendahnya pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan.
Tourism is one of the strategic sectors to develop in Papua. The region has greatly interesting coastal area, which is supported by overwhelming and diverse natural and cultural resources of indigenous communities, one of which Holtekam Beach. Purposes of this study are to find out the planning and implementation of coastal tourism object development program in Holtekam Beach in Jayapura City, and the underlying causes of social resistency done by Nafri, Enggros, Tobati, and Muara Tami communities on the development. The study was conducted by using a descriptive qualitative method. The locations of the study were three locations, i.e. Abepura, South Jayapura and Muara Tami Districts, Jayapura City. Data used were primary data obtained by using interview technique and secondary data obtained by using documentary technique. The data obtained were then analyzed by using a qualitative technique. Result of the study indicates that the development of tourism object and attraction in Holtekam Beach Jayapura City could be said to be unsuccessful, from the planning to the implementation. The planning of the development project was not underlaid by adequate feasibility study and the implementation did not involve local communities. Local communities did social resistence for five reasons, including: (1) Unsatisfaction to the pattern and style of life and the domination of local officials in the making of development decision; (2) the weak coordination between Provincial Office and Municipal Government; (3) No attention to the aspiration and interest of customary community; (4) The minimum socialization of coastal tourism development project in Holtekam Beach and (5) The low level of community involvement in the implementation of development project.
Kata Kunci : Pembangunan pariwisata, Objek dan atraksi wisata pantai, Masyarakat adat, Resistansi sosial