Ganti rugi pada pelepasan hak atas tanah terhadap pengadaan tanah untuk kepentingan umum setelah berlakunya Perpres Nomor 65 Tahun 2006 :: Studi kasus pada pembangunan saluran pembuang induk anggoro di Kabupaten Konawe Sulawesi Stenggara
FIRDAUS, Iif Ikhsan, Prof. Dr. Sudjito, S.H.,M.Si
2010 | Tesis | S2 Ilmu HukumTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme ganti rugi pada pembangunan saluran pembuang induk anggoro, mengetahui realisasi aspirasi masyarakat kedalam ketetapan panitia pengadaan tanah mengenai ganti rugi atas tanah. Bermula dengan rencana Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV untuk mengembangkan daerah irigasi Wawotobi untuk peningkatan atau rehabilitasi jaringan irigasi, dan bertujuan untuk mengatasi banjir yang setiap tahun melanda masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif. Semua data yang terkumpul baik primer maupun sekunder diseleksi menurut kualitas dan disusun secara sistematis dan dikelompokkan sesuai dengan permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu mekanisme ganti rugi yang tidak terlaksana, yakni tidak dilakukannya penilaian harga tanah. Aspirasi masyarakat pemilik tanah dalam musyawarah terakomodir pada ketetapan ganti rugi, namun aspirasi yang berupa permintaan sebagian pemilik tanah setelah proses musyawarah tidak terlaksana, sedangkan ganti rugi yang diberikan bupati konawe atas aduan sebagian pemilik tanah, membuat kondisi ekonomi pemilik tanah tidak kembali seperti pada keadaan sebelum pelepasan hak atas tanah.
The purpose of this study is to determine the compensation mechanism on the main drainage development of Anggoro channel and to know the realization of the aspirations of society into an assessment of land procurement committee regarding compensation for land. Starting with the plan of Central Sulawesi River Region IV to develop wawotobi irrigation areas for improvement or rehabilitation of irrigation networks, aiming to address the flooding that hit the community each year This study is a juridical and empirical, using primary and secondary data. Primary data were collected by direct interviews with relevant parties, while the secondary data obtained through library research. Data analysis was conducted with qualitative methods. All data collected both primary and secondary are selected according to quality and systematically arranged and grouped according to the problems in research. Results showed that there is a mechanism for compensation that does not realize, i.e. valuation of land prices. The aspirations of community landowner in the conference are accommodated on a compensation provision, but aspiration in form of demand from some landowners after deliberation process does not realize , while the compensation provided by Regent of Konawe upon the complaint of the owners of the land, causing landowners economic conditions did not come back the like the ones before the liberation of land rights.
Kata Kunci : Pengadaan tanah,Ganti rugi,Saluran induk anggoro Land acquisition,Compensation,Channel master anggoro wasters