Laporkan Masalah

Modal sosial dan pengembangan klaster pariwisata Borobudur :: Studi tentang pengaruh kepercayaan (Trust), norma, jaringan, pendidikan non-formal (Pelatihan) pada pengembangan kelompok usaha souvenir Paguyuban Rebo Legi

SUPRIYANTI, Endang, Drs. Djoko Suseno, S.U

2010 | Tesis | S2 Sosiologi

Modal sosial (social capital) merupakan sumberdaya yang lahir dari kumpulan suatu ikatan sosial tertentu. Dalam pengertian yang lebih luas, modal sosial dimaknai sebagai paduan kepercayaan, norma-norma dan jaringan kerja yang dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah bersama. Diartikan pula modal sosial adalah suatu rangkaian proses hubungan antar manusia yang ditopang oleh jaringan, norma-norma, dan kepercayaan sosial yang memungkinkan efisien dan efektifnya koordinasi dan kerjasama untuk keuntungan dan kebajikan bersama. Modal sosial mengacu pada keuntungan dan kesempatan yang didapatkan seseorang di dalam masyarakat melalui keanggotaannya dalam entitas sosial tertentu (paguyuban, kelompok arisan, asosiasi tertentu). Berbeda dengan modal sosial, pada modal manusia (human capital) lebih merujuk ke dimensi individual yaitu daya dan keahlian yang dimiliki oleh seorang individu. Modal manusia adalah suatu aset yang berhubungan dengan intelektualitas dan kondisi seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal dan nonformal yang didukung oleh kemampuan melakukan hubungan/interaksi antar sesama secara baik, menguntungkan dan berkelanjutan. Modal manusia merupakan akumulasi dari bakat dan pengetahuan individu yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman dan kognisi. Saat ini jenis-jenis capital berupa modal sosial dan modal manusia telah mendapat perhatian yang lebih besar dan lebih luas. Para ahli telah meyakini dan menyepakati bahwa capital-capital tersebut patut mendapat perhatian yang lebih serius lebih dari sekedar convensional capital yang berupa modal fisik. Kesepahaman bahwa kapital non-fisik tersebut memiliki kemampuan memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat telah semakin meluas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepercayaan (trust), norma-norma (norms), jaringan-jaringan (networks), pendidikan non-formal (pelatihan) terhadap pengembangan kelompok usaha souvenir. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda (tanpa melibatkan variabel intervening) dan setelah diberlakukan variabel intervening menggunakan analisis jalur (path analysis). Untuk menjaga akurasi model hasil regresi yang diperoleh, maka dilakukan uji asumsi klasik yaitu multikolinearitas, heteroskedastisitas, linearitas dan normalitas data. Berdasarkan hasil uji tersebut tidak ditemukan adanya variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Menggunakan analisis regresi berganda diperoleh hasil bahwa secara bersama-sama kepercayaan (trust), norma-norma (norms), jaringan-jaringan (networks), pendidikan non-formal (pelatihan) mempunyai pengaruh yang berarti terhadap pengembangan kelompok usaha souvenir Paguyuban Rebo Legi sebagai anggota klaster pariwisata Borobudur. Sedangkan secara parsial hanya kepercayaan (trust) yang mempunyai pengaruh yang berarti. Dengan diberlakukannya motivasi sebagai variabel intervening, menggunakan analisis jalur diperoleh hasil bahwa kepercayaan (trust) dan pendidikan non-formal (pelatihan), masing-masing berpengaruh secara langsung terhadap pengembangan kelompok usaha souvenir Paguyuban Rebo Legi sebagai anggota klaster pariwisata Borobudur, maupun secara tidak langsung dengan melalui motivasi. Sedangkan norma-norma (norms) hanya berpengaruh secara tidak langsung dengan melalui motivasi. Diketahui bahwa besarnya pengaruh tidak langsung kepercayaan (trust) dan pendidikan non-formal (pelatihan) masing-masing terhadap pengembangan kelompok usaha souvenir Paguyuban Rebo Legi, lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh langsungnya. Dan diantara variabel-variabel yang mempunyai pengaruh tidak langsung dengan melalui motivasi, variabel norma-norma/norms yang terbesar. Sehingga disarankan perlunya pembinaan yang mewakili proses-proses psikologi berupa motivasi yang dapat memacu semangat kerja, semangat berinovasi dan berkreatifitas memanfaatkan pelatihan-pelatihan yang telah diperoleh dan lebih menumbuhkembangkan modal sosial, karena motivasi merupakan faktor penting dalam mempengaruhi kemajuan dan keberhasilan suatu usaha ataupun sebuah organisasi, seperti halnya kelompok usaha souvenir Paguyuban Rebo Legi sebagai anggota klaster pariwisata Borobudur. Paguyuban Rebo Legi sebagai anggota klaster pariwisata Borobudur, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dengan melalui motivasi. Penelitian tersebut merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Unit analisis atau unit samplingnya yaitu perusahaan/usaha kelompok Paguyuban Rebo Legi sebagai anggota klaster pariwisata Borobudur yang berusaha di sektor Industri Pengolahan (kerajinan souvenir) dan berlokasi di kecamatan Borobudur. Dalam penelitian ini, sebagai variabel tergantung (dependent variable) yaitu Pengembangan kelompok usaha souvenir dengan simbol Y, sedangkan sebagai variabel bebas (independent variable) dengan simbol X, yaitu kepercayaan (trust), norma-norma (norms), jaringan-jaringan (networks), pendidikan non-formal (pelatihan) dan motivasi sebagai variabel antara atau variabel mediating (intervening variable).

Social capital is a resource that is born of a collection of a certain social ties. In a broader sense, social capital is interpreted as a combination of trust, norms and networks that can be used by communities to solve common problems. Well-defined social capital is a series of inter-human relations processes supported by the network, norms and social trust that enables an efficient and effective coordination and cooperation for the benefit and virtue together. Social capital refers to the benefits and opportunities that are found someone in the community through its membership in a particular social entity (community, group gathering, a particular association). Unlike social capital, human capital might refer to the individual dimensions of power and expertise possessed by an individual. Human capital is an asset associated with the intellect and the condition of a person who acquired through formal and nonformal education are supported by the ability to do relationship / interaction between the members are good, profitable and sustainable. Human capital is the accumulation of individual talents and knowledge acquired through education, training, experience and cognition. Currently, the types of capital in the form of social capital and human capital has received greater attention and wider. Experts have believed and agreed that the capital-capital that deserves more serious attention is more than just conventional capital in the form of physical capital. Understanding that non-physical capital has the ability to make a significant contribution in the process of social and economic development community has been increasingly widespread. The purpose of this study was to determine how much influence trust, the norms, networks, non-formal education (training) on the development of business groups Rebo Legi souvenir Society as a member of Borobudur tourism cluster, either directly or indirectly through motivation. The study is a field of research with a quantitative approach through questionnaires as the main data collection tool. The unit of analysis or sampling unit that is the company / business groups Rebo Legi Society as a member cluster tourism Borobudur attempted in manufacturing industry (handicraft souvenirs) sector and in the District of Borobudur. In this study, as the dependent variables, namely development of the business group souvenirs with symbols of Y, while the independent variable with the symbol X, which is trust, norms, networks, non-formal education (training) and motivation as an intervening variable or mediating variables. The method of analysis used is multiple regression analysis (without involving the intervening variables) and after intervening variable effect using path analysis. To maintain the accuracy of regression model results are obtained, then test the classical assumption of multicollinearity, heteroscedasticity, linearity and normality of data. Based on these test results did not reveal any variables that deviated from the classical assumptions. Using multiple regression analysis showed that together trust, norms, networks, non-formal education (training) has a significant influence on the development of souvenir business group of the Society Rebo Legi as a member of Borobudur tourism cluster. While only a partial trust that have a significant influence. With the enactment of motivation as an intervening variable, using path analysis showed that trust and non-formal education (training), each of which directly affects the development of souvenir business group of the Society Rebo Legi as a member of Borobudur tourism cluster, as well as indirectly by through motivation. While the norms only affected indirectly through motivation. It is known that the magnitude of indirect effect of trust and non-formal education (training) to the development of each business group souvenir Society Rebo Legi, larger when compared with immediate effect. And among the variables that have an indirect effect through motivation, norms the biggest variable. Thus suggested the need for guidance that represent psychological processes of motivation that can boost morale, spirit of innovation and creativity take advantage of training that has been obtained and further develop social capital, because motivation is an important factor in influencing the progress and success of a business or an organization , like the souvenir business group of the Society Rebo Legi as a member of Borobudur tourism cluster.

Kata Kunci : Modal sosial,Kepercayaan (trust),Norma,norma (norms),Jaringan,jaringan (networks),Pendidikan non,formal (pelatihan),Motivasi,Pengembangan kelompok usaha souvenir,Social Capital, Trust, Norms, Networks, Non-formal Education (training), Motivation, Developm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.