Laporkan Masalah

Pro poor budgeting :: Studi kasus kebijakan anggaran sektor pendidikan dalam APBD Kota Semarang tahun anggaran 2009

RAHMAN, Fathur, Drs. Cornelis Lay, M.A

2010 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Tesis ini mengkaji tentang politik anggaran yaitu pro poor budgeting. Pro poor budgeting merupakan kebijakan anggaran yang mempunyai keberpihakan terhadap masyarakat miskin. Objek yang diteliti tentang kebijakan anggaran apakah mempunyai keberpihakan terhadap masyarakat miskin dalam anggaran sektor Pendidikan di Kota Semarang Tahun Anggaran 2009. Metode yang digunakan dalam tesis ini yaitu studi kasus. Yang dieksplorasi dalam tesis ini meliputi: analisis implementasi kebijakan anggaran sektor Pendidikan dalam APBD Kota Semarang Tahun 2009, faktor-faktor yang memengaruhi implementasi anggaran dan implikasinya. Datanya diperoleh melalui PBETS, wawancara mendalam sesuai dengan indikatorindikator pro poor budgeting dan observasi dokumen. Temuan dari tesis ini antara lain: Pertama, Anggaran sektor Pendidikan dalam APBD Kota Semarang Tahun 2009 tidak menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat miskin. Meskipun anggaran sektor Pendidikan 35 persen dari total APBD Kota Semarang Tahun 2009 tetapi dalam implementasinya masih derajat partisipasi semu, transparansi dan akuntabilitas masih tertutup bahkan tidak efektif dan efisien. Kedua, penyebab ketidakpihakan anggaran sektor Pendidikan dalam APBD Kota Semarang Tahun 2009 yaitu (1). Tingkatan kebijakan. (2). Tingkatan struktur yang meliputi dominasi birokrasi, infrastruktur politik yang lemah, implementasi anggaran yang salah, kapasitas dinas pendidikan eksklusif. (3). Tingkatan Kultur. Ketiga, implikasi dari ketidakberpihakan implementasi kebijakan anggaran sektor Pendidikan di Kota Semarang Tahun 2009 yaitu (1). Korupsi tetap terjadi. (2). Kualitas pembangunan manusia lemah. (3). Jumlah penduduk miskin tetap bertambah. Dengan demikian masyarakat miskin memerlukan keberpihakan secara konkrit, afirmasi, targeting dalam alokasi anggaran sector Pendidikan sehingga terlepas dari kemiskinan.

This thesis studied about politic budgeting namely pro poor budgeting. Pro poor budgeting is a politic budgeting that have affirmation to the poor society. The object be observed politic budgeting of education sector in APBD Semarang Municipality 2009. This thesis used to case study dan explorative research. The exploration are an analysis implementation policy budgeting of eduction sector on APBD Semarang Municipality 2009, Influences factors implementation policy budgeting of education sector and implications. Data was obtained through out Public Budgeting Expenditure Tracking System (PBETS), indepth interview according to pro poor budgeting indicators and document observation. The results of thesis are: First, budget of education sector in APBD Semarang Municipality 2009 didn’t show affirmation to the poor society. Although budget of education sector raised 35 percent of whole APBD Semarang Municipality 2009 but implementation stiil pseudo participation , transparancy and accountability so close eventhough not effective dan efficient. Second, causes didn’t affirmative policy budgeting of education sector on APBD Semarang Municipality 2009 namely: (1). Factor of Policy. (2). Factor of Structure are: beraucratic domination, political infrastructure so weak, capacity of education board so exclusive. (3). Factor of Culture. Third, implications didn’t affirmative policy budgeting of education sector namely: (1). Corruption still occurred. (2). Quality of development human resources so weak. (3). Quantity of the poor society still increased. Finally, the poor society needs affirmative, targeting of allocation budget in education sector so that can be free from poverty.

Kata Kunci : Policy,Education sector,Pro poor budgeting,Kebijakan,Sektor pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.