Laporkan Masalah

Efektivitas penyerapan anggaran pada RSUD Genteng dan bagian perlengkapan Kabupaten Banyuwangi

SETYOARDINI, Rahmawati, Prof. Dr. Agus Dwiyanto

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Semakin besarnya transfer dana dari pusat ke daerah, ternyata tidak diikuti dengan manajemen pengeluaran yang semakin baik. Banyak pemerintah daerah mengalami kesulitan untuk membelanjakan tambahan sumber dayanya. Sejauh ini, beberapa indikator utama tentang kinerja anggaran pemerintah belum mengalami perbaikan, terutama mengenai indikator realisasi anggaran. Selama empat tahun terakhir, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan penyerapan belanja pembangunan yang rendah, di bawah 90 persen. Penelitian ini mengenai efektivitas penyerapan anggaran di RSUD Genteng dan Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dinamika RSUD Genteng dan Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam siklus anggaran yang dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pengendalian, dan pelaporan anggaran yang menyebabkan terjadinya perbedaan kemampuan penyerapan anggaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hasil penelitian secara lengkap sesuai permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara bersama informan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa siklus anggaran yang terjadi di RSUD Genteng hanya melibatkan dua orang saja sehingga akhirnya mendorong penyusunan kegiatan yang mudah dari sisi pelaksanaannya dan mudah pertanggungjawabannya sehingga sebagian besar kegiatan yang dianggarkan oleh RSUD Genteng adalah pengadaan yang sifatnya rutin belaka. Sedangkan Perencanaan yang dilakukan oleh Bagian Perlengkapan berdasarkan usulan kegiatan dari SKPD lain dan masyarakat. Namun perencanaan yang dilaksanakan Bagian Perlengkapan belum dipersiapkan dengan baik dan tidak diikuti dengan perhitungan yang matang sehingga perencanaan kegiatan dan program yang dilaksanakan bagian mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Pengesahan APBD yang terlambat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan di Bagian Perlengkapan namun tidak berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan di RSUD Genteng. Pengendalian yang kuat di awal kegiatan oleh RSUD Genteng berbeda halnya dengan Bagian Perlengkapan yang dari awal pengendaliannya justru lemah. Hal ini mengakibatkan penyerapan anggaran di RSUD Genteng dapat dikatakan maksimal dengan tingkat penyerapan anggaran yang mencapai 96,74 persen. Sedangkan tingkat penyerapan anggaran yang dicapai oleh Bagian Perlengkapan pada tahun 2009 hanya sebesar 37,78 persen sehingga penyerapan anggaran kurang tercapai dan muncul sisa anggaran yang cukup besar.

The more the amount of the transfer of funds from central to regional governments, was not followed by better expenditure management. Many local governments find it difficult to spend additional resources. So far, several key indicators of government budget performance have not been improved, especially regarding budget spending. Over the last four years, showed Banyuwangi development spending is low, below 90 percent. This research discusses about the the effectiveness of the budget realization in Genteng public hospitals (RSUD Genteng) and Supplies Division of Banyuwangi Regency. The research purpose is to explore and analyze RSUD Genteng and Supplies divison dynamics in the process of planning, budgetting, controlling and reporting the budget as the result of the difference ability in budget realization. This research uses qualitative method which describe the research result completely appropriate with the research problem. The technique of collecting data used by in depth interview to the informan. The data obtained then is analyzed through three phases, namely data reduction, data display, and drawing the conclusion. The result analysis can be concluded that the budget cycle that occured in RSUD Genteng involved two persons only so that eventually made the arrangement program is easy to implement and to be accountable so that most of the activities that are budgeted by the hospital is mere routine procurement. While planning is done by the Supplies division under the proposed section SKPD programs of others and society. But planning is carried out this divison had not been prepared with good preparation and not followed by calculation so that planning of the activities and programs carried out the difficulties in implementation. The late ratification of APBD affect the implementation of the Supplies division, in contrary for RSUD Genteng. The strength controlling on the initial activity by the hospital not the case with the early part of the Supplies is actually weak. Based on the research results, the budget realization in RSUD Genteng is maximize. The level of the budget realization is about 96,74 percent. Furthermore in Supplies division in 2009 only amounted 37,78 percent so the budget realization is less accomplished and appears sufficient remaining budget large.

Kata Kunci : Anggaran,Siklus anggaran,Penyerapan anggaran,Budget,Budget cycle


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.