Laporkan Masalah

Keunggulan komparatif produk-produk ekspor :: Studi Provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan tahun 1995-2005

AULIA, Yantrio, Dr. Tri Widodo, M.Ec.Dev

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Keunggulan komparatif merupakan teori yang umum digunakan untuk menjelaskan terjadinya perdagangan internasional. Ekspor dan impor merupakan suatu kegiatan perdagangan yang sangat penting bagi setiap negara atau daerah, dimana ekspor merupakan salah satu sumber devisa dalam sebuah sistem perekonomian terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur keunggulan komparatif provinsi-provinsi di pulau Kalimantan tahun 1995-2005, serta pola perubahan strukturnya. Dua indeks yaitu Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) oleh Dalum dkk, (1996) dan Laursen (1998) serta Trade Balance Index (TBI) oleh Lafay (1992) yang dikombinasikan dalam sebuah kerangka analisis yang disebut “Product Mapping” oleh Widodo (2009), dan klasifikasi ETA berdasarkan intensitas faktor produksi digunakan untuk mengetahui struktur keunggulan komparatif serta analisis regresi digunakan untuk mengetahui pola perubahannya. Penelitian ini menggunakan data ekspor dan impor berdasarkan kode 3 digit SITC revisi 3. Temuan dalam penelitian ini adalah produk ekspor provinsi-provinsi di pulau Kalimantan didominasi produk primer, intensif dalam penggunaan sumberdaya alam dan tenaga tidak terampil, sedangkan pola perubahannya keunggulan komparatifnya kearah despesialisasi.

The theory of comparative advantage is a general theory used to explain the occurrence of international trade. Export and import are trade activities greatly important for each country or region, particularly where the former is one of the sources of foreign exchange in an open economic system. Purpose of this study is to find out the structure of comparative advantages for provinces in Kalimantan Island during 1995-2005 and the pattern of structural changes. Two indices, i.e. Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) by Dalum et al. (1996) and Laursen (1998) and Trade Balance Index (TBI) by Lafay (1992), were combined in an ana-lytical framework called by Widodo (2009) as “Product Mapping”. Moreover, the ETA (empirical trade analysis) classification based on the intensity of production factors is used to find out the structure of comparative advantages, while a regression analysis is used to find out the pattern of structural changes. The study uses export and import data based on the 3-digit codes of SITC, revision 3. Findings of the study indicate that export products of provinces in Kalimantan Island were largely dominated by primary products that were intensive in use of natural resources and unskilled labors, while the pattern of structural changes in comparative advantage led to despecialization.

Kata Kunci : Keunggulan komparatif, RSCA, TBI, Product mapping, Despesialisasi, comparative advantages, RSCA, TBI, Product Mapping, despecialization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.