Laporkan Masalah

Ruang identitas remaja perempuan Tionghoa :: Studi kasus pada remaja perempuan Tionghoa Kota Bengkulu

ALFARABI, Dr. J. Nicholaas Warouw

2010 | Tesis |

Identitas perempuan remaja Tionghoa dalam interaksi sosial dapat dibedakan dalam posisinya sebagai bagian dari etnis Tionghoa relasinya dengan kelompok non- Tionghoa dan posisinya sebagai perempuan dalam relasinya dengan laki-laki di keluarga Tionghoa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana perempuan remaja memahami identitas etnis Tionghoa dan identitas sebagai perempuan Tionghoa. Untuk melihat identitas perempuan remaja Tionghoa secara utuh maka penggunaan pendekatan ruang identitas dapat mengurai sisi baru yang selama ini belum banyak diketahui. Kedua hal tersebut akan dikaji berdasarkan pendekatan interaksi simbolik yang menekankan pada role taking serta pendekatan dramaturgi untuk memetakan ruang interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, khususnya etnografi kritis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa identitas sebagai etnis Tionghoa dipahami oleh perempuan remaja melalui beberapa faktor, yaitu: fisik, keturunan, tradisi-budaya Tionghoa, labelling, sosialisasi dan konfirmasi lingkungan. Dalam relasinya dengan etnis non-Tionghoa, perempuan remaja Tionghoa menampilkan peran-peran di ruang publik dan ruang privat. Praktik pembagian peran secara seksual di keluarga Tionghoa membagi dua ruang aktifitas bagi laki-laki dan perempuan. Ruang publik diperuntukan bagi laki-laki dan ruang domestik untuk perempuan. Selain untuk memenuhi harapan dari lingkungan interaksi baik dari kelompok eksternal (non- Tionghoa) maupun kelompok internal (etnis Tionghoa), dalam beberapa kasus perempuan remaja juga menampilkan identitas untuk memenuhi harapan dirinya sendiri.

Indentity of female chinese (tionghoa) teenager in social interaction could be divided in her position as part of Tionghoa etnic, her relation with non-Tionghoa society and her position as women in its relation with man in the Tionghoa etnic family. This research’s goal is to find out how female teenager understood her identity as Tionghoa etnic and her identity as a female Tionghoa. To see this female Tionghoa teenager’s identity as a whole, spacial approach for identity was used which can unravel new sides where people are still rarely known. Both of these will be reviewed based on symbolic interaction approach that emphasize in role-taking and dramaturgy approach for mapping the space of social interaction. This study used qualitative methods with an ethnographic approach, in particular critical ethnography. The research’s results illustrate that the identity as a Tionghoa ethnic understood by female teenagers through several factors, namely: physical, heredity, Tionghoa tradition-culture, labeling, socialization, and environment confirmation. In relation to non-Tionghoa ethnic, female Tionghoa teenager show her roles in public and private spaces. The practice of roles division by sexual issues in Tionghoa’s family divided the space activities for men and women. Public spaces intended for men and domestic spaces for women. In addition to meet the expectations of both the interaction environment from external groups (non-Tionghoa) as well as internal groups (Tionghoa ethnic), in some cases female Tionghoa teenager also display the identity to meet his own expectations

Kata Kunci : Identitas,Konsep diri,Perempuan Tionghoa,Role taking,Ruang identitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.