"Pemanfaatan eisenia foetida sebagai biodecomposer pada proses pengkomposan campuran arang sekam dan pupuk kandang sapi"
NURLAELA, Erna Umu, Ir. Supranto, M.Sc.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik MesinPemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk kandang dapat menghasilkan nilai manfaat yang lebih tinggi daripada bahan asalnya demikian pula limbah pertanian yang berupa sekam padi belum termanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara yang dapat digunakan meningkatkan kualitas pupuk kandang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan metode pengkomposan yang tepat dari dua perlakuan yaitu: pembuatan kompos dengan metode biostarter EM-4 dan biostarter vermicomposting dengan variable control uji kualitas kompos Standar SNI (19-7030-2004) dan kuantitas kompos yang dihasilkan. Bahan penelitian menggunakan pupuk kandang dan arang sekam dari sekitar peternakan “Oemah Lembu†Seren, Gebang, Purworejo, sedangkan indukan cacing berasal dari Lembang, Bandung. Penggunaan variasi bahan yang dipakai adalah 75% pupuk kandang sapi dan 25% arang sekam, 50% pupuk kandang sapi dan 50% Arang sekam serta 25% pupuk kandang sapi dan 75% Arang sekam Sedangkan metode pengkomposan yang dipakai meliputi metode EM-4 dan vermicomposting Pengkomposan secara aerobik dalam komposter sederhana berupa kotak berukuran 80x60x20 cm. Data yang diperoleh dianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA) menggunakan software SAS (Statistic Analysis System). Perlakuan yang berbeda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Berdasarkan penelitian selama 21 hari pengkomposan dinyatakan berakhir dan diperoleh hasil 0,46%N, 0,48%P, 0,92%K dan 15,62 C/N rasio untuk perlakuan vermicomposting sedangkan perlakuan EM-4 diperoleh hasil 0,56%N, 0,29%P, 0,85%K dan 13,07 C/N rasio. Disamping itu perlakuan teroptimal metode vermicomposting terhadap peningkatan kualitas kompos adalah dengan menggunakan bahan 50% pupuk kandang sapi dan 50% Arang Sekam(BC). Secara umum , kandungan hara dalam kompos yang dihasilkan dari penelitian memenuhi Standar SNI (19-7030-2004). Dari segi kelayakan ekonomi metode vermicomposting memperoleh nilai NPV Rp 35.541.375,00, B/C ratio 1,52 , ROI 218% serta PBP 0,46 tahun yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan EM-4 ( NPV Rp 13.552.111,00, B/C ratio 1,327 , ROI 239% serta PBP 0,42 tahun), oleh karena itu metode vermicomposting dapat digunakan sebagai alternative pembuatan pupuk kompos dengan media campuran pupuk kandang sapi dan arang sekam.
Utilization of livestock waste as manure to produce higher value benefits than original material as well as agricultural waste in the form of rice husk has not been exploited properly. Therefore, it takes a way that can be used to increase the quality of the manure . The purpose of this study was determining the proper methods of composting of two treatments namely: composting method biostarter EM-4 and biostarter vermicomposting with variable control test compost quality standard ISO (19-7030-2004) and the quantity of compost produced. Materials research using caw manure and rice husk from around the ranch "Oemah Lembu" Seren, Gebang, Purworejo, while the worm breeders come from Lembang, Bandung. Use variations of the material used is 75% cow manure and 25% rice husk charcoal, 50% cow manure and 50% rice husk charcoal and cow manure 25% and 75% rice husk charcoal. While composting methods used include methods of EM-4 and vermicomposting aerobic composting in a composter simple form of a box measuring 80x60x20 cm. The data obtained were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) using SAS software (Statistic Analysis System). The treatments tested significantly different with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Based on the research during the 21 days of composting is to be terminated and the obtained result of 0.46% N, 0.48% P, 0.92% K and 15.62 C / N ratio for vermicomposting treatment while the treatment of EM-4 obtained the results 0.56% N, 0.29% P, 0.85% K and 13.07 C / N ratio. Besides, the treatment optimaly vermicomposting method of improving the quality of compost is to use 50% of cow manure and 50% Husk Charcoal (BC). In general, nutrient content in compost produced from research to meet ISO standards (19-7030-2004). In terms of economic feasibility of vermicomposting method to obtain the NPV value of Rp 35,541,375.00, B / C ratio 1.52, ROI of 218% and 0.46 PBP better year compared to using the EM-4 (NPV USD $ 13,552,111.00 , B / C ratio of 1.327, 239% ROI and PBP 0.42 years), therefore the method can be used as an alternative vermicomposting composting with cow manure mixed media and rice husk charcoal.
Kata Kunci : Pupuk kandang sapi,Arang sekam,Vermicomposting,EM,4,Proses pengkomposan,Cow manure,Rice Husk charcoal