Laporkan Masalah

Identifikasi lingkungan pengendapan dan pola penyebaran fasies batupasir formasi talangakar, daerah Karang Makmur, sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan, berdasarkan integrasi data seismik dan sumur

NURJADI, Endi, Dr. Sugeng S. Surjono, ST.,MT

2010 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Profil litologi dari Formasi Talangakar di daerah Karang Makmur, Sub-cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan tersusun atas perulangan perselingan antara sedimen batupasir, serpih dan sisipan tipis batubara serta batulanau. Identifikasi suksesi lingkungan pengendapan dan pola penyebaran fasies batupasir pada Formasi Talangakar sangat menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Analisis dengan menggunakan sikuen stratigrafi memperlihatkan terjadinya perulangann siklus peningkatan ruang akomodasi dan penurunan ruang akomodasi selama pembentukkan Formasi Talangakar di daerah penelitian. Penurunan ruang akomodasi yang cukup kuat mengakhiri sedimentasi dari Formasi Lahat, kemudian di atasnya secara tidak selaras diendapkan batupasir dari fasies channel yang terbentuk pada sistem fluvial dan sebagai penciri sudah memasuki Formasi Talangakar pada fasa peningkatan ruang akomodasi pertama. Sedimentasi dengan pola finning upward kemudian berlangsung secara berulang sebagai bagian dari fasa peningkatan ruang akomodasi pertama di Formasi Talangakar dengan menghasilkan endapan dari sistem fluvial hingga delta (fluvial/distributary channel – delta plain/marsh) secara vertikal sampai pada batas maksimum dari ruang akomodasi. Pada saat ruang akomodasi kembali berkurang, terjadi perulangan siklus sedimentasi secara vertikal dengan pola coarsening upward yang secara umum menghasilkan endapan pada sistem deltaic (delta front – mouth bar – delta plain). Fasa peningkatan ruang akomodasi terakhir yang terbentuk pada bagian atas Formasi Talangakar mengawali dimulainya pengendapan pada sistem marine yang kemudian pada puncaknya menghasilkan sedimen pembentuk Formasi Gumai. Pola penyebaran fasies batupasir Formasi Talangakar diidentifikasi dengan menggunakan pemetaan atribut RMS Amplitude dari masing – masing horizon batas sikuen. Terdapat 3 (tiga) batas sikuen selama pembentukkan Formasi Talangakar yang ketiganya menunjukkan pola penyebaran dari fasies batupasir yang saling bermeander dan terakresi secara lateral yang merupakan bagian dari sistem fluvial pada daerah KRM-TOE dan SPT dengan arah sedimentasi berasal relatif berasal dari arah utara menuju selatan yang kemudian membelok menuju depocenter-nya di Baratdaya dan berubah menjadi lingkungan deltaic. Batupasir yang berkembang pada daerah tinggian di sebelah Utara sumur RPS-1 dan di sebalah Baratlaut sumur SPT-1 berkembang sebagai batupasir pada sistem fluvial, sementara di rendahan lokal yang terdapat pada bagian Baratdaya sumur RPS-1 lebih berkembang sebagai sistem deltaic dengan arah provenance berasal dari dua arah tinggian di sebalah Utara dan Selatan rendahan tersebut. Di bagian sumur RPS-1 berkembang sistem fluvial hingga berubah ke arah Timur menjadi sistem deltaic.

Lithologic profile of Talangakar Formation in Jambi Sub-basin, South Sumatra Basin consist of repetition interbeded sandstone, shale and thin bed of coal and siltstone. The identification of depositional environment succession and sandstone facies distribution of Talangakar Formation become interesting to be done in order to oil and gas exploration activity. Sequence stratigraphy analysis shown that cycle of increasing accommodation space and regression took place repetitively during sedimentation of Talangakar Formation in study area. Sedimentation of Lahat Formation was ended by forced regression event, and unconformable overlain with sandstone sediment of channel facies and it indicates that sedimentation of Talangakar Formation has just begun. The fining upward parasequences sedimentation pattern was formed repetitively as part of first increasing accommodation space phase and results fluvio-deltaic system sediment (fluvial / distributary channel – delta plain / marsh) vertically until the highest of accommodation space. When the accommodation space turn to decrease, sedimentation of Talangakar Formation vertically formed by repetition of coarsening upward parasequence pattern from delta front – mouth bar – delta plain environment. The last increasing accommodation space phase in the upper part of Talangakar Formation leads the sedimentation of marine system in the Gumai Formation. Sandstone facies distribution pattern has identified with RMS Amplitude attribute on each sequence boundary horizon in Talangakar Formation. All the three boundary shown the meandering channel / distributary channel fluvial system and also accreted laterally in East KRM and West KRM. The direction of provenance came from northern part and flowing to the southern, and turn to the south western part as depocenter of the basin and changes as deltaic system. The sandstone facies in the well RPS-1 and northern part of well SPT-1 was formed as fluvial system facies, and it changes as lacustrine delta system in the local low area. The deltaic facies sediment also formed in the eastern area of well RPS-1.

Kata Kunci : Sikuen stratigrafi,Identifikasi lingkungan,Penyebaran fasies batupasir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.