Laporkan Masalah

Estimasi aliran sungai bawah tanah dengan pemodelan 2D very low frequency di Daerah Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta

ROUSMAWATI, Verra, Prof. Dr. Sismanto

2010 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Penelitian geofisika dengan metode elektromagnetik VLF mode tilt angle telah dilakukan di daerah Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 – 21 November 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola aliran dan kedalaman sungai bawah tanah di daerah tersebut sehingga informasinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat daerah setempat. Data pengukuran diolah dengan melakukan filter pergerakan rata-rata untuk menghilangkan noise. Interpretasi kualitatif didapat berdasarkan filter Fraser dan Filter Karous-Hjelt. Program Inv2DVLF digunakan untuk mendapatkan interpretasi kuantitatif dan divisualkan dengan perangkat lunak Surfer 9. Hasil interpretasi kualitatif berupa kontur rapat arus ekuivalen yang menggambarkan konduktivitas batuan bawah permukaan daerah penelitian. Keberadaan sungai bawah tanah ditunjukkan dengan daerah yang memiliki nilai konduktivitas yang tinggi. Interpretasi kuantitatif yang didapat berupa kontur resistivitas model dengan faktor kontrolnya berupa sensitivitas model. Anomali sungai bawah tanah ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang kecil. Arah aliran sungai bawah tanah diestimasi berdasarkan interpretasi kualitatif dan kuantitatif yaitu dari Timurlaut menuju ke Baratdaya dan berbelok ke Barat di daerah Karangtirisan. Terdapatnya 3 percabangan yaitu percabangan pertama terditeksi di lintasan 1 dan 2, percabangan yang kedua terditeksi di lintasan 3 dan 4 dan percabangan yang ketiga terditeksi di lintasan 5. Semua percabangan ini menuju ke induk sungai. Induk sungai berada pada kedalaman antara 65 – 74 m.

A geophysical research with VLF method, tilt angle mode has been done in the area Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. The research was conducted on November 17th up to 21st, 2009. The purpose of this research is to determine the trace pattern and depth of subsurface river in that area so that information can be used for the needs of local communities. The data is processed by moving average filter to eliminate the noise. Qualitative interpretation is obtained by Karous – Hjelt and Fraser filter. Inv2DVLF program is used to obtain quantitative interpretation and visualized by the Surfer 9 software. The results of qualitative interpretation are the equivalent current density contour which describes the conductivity of subsurface rocks of the research area. The existence of the subsurface river is showen by high conductivity anomaly in the VLF data. The quantitative interpretation resulted from the resistivity models. The direction of flow of the subsurface river is estimated based on qualitative and quantitative interpretation, which has of the Northeast – Southwest ward direction and turned to the West in Karangtirisan region. There were 3 branches, the first branching was detected on the 1st and 2nd tracks, the second branch is detected on 3rd and 4th tracks, and the third branch is detected on the 5th track. All of these branches flow into the main river. The main river was located at depths between 65-74 m.

Kata Kunci : Metode VLF,Rapat arus ekuivalen,Inv2DVLF,Metode VLF, rapat arus ekuivalen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.