Laporkan Masalah

Pengaruh obesitas terhadap usia maturasi seksual sekunder pada anak perempuan

SARI, Meiriani, dr. Endy Paryanto, MPH.,Sp.A(K)

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar Belakang: Kejadian obesitas pada anak di seluruh dunia terus meningkat Obesitas berdampak pada kesehatan, termasuk kematangan seksual yang lebih cepat Tujuan: Tujuan penehtian ini adalah untuk menilai waktu kematangan seksual sekunder antara anak obes vs non-obes. Metode: Penelitian mi meneakup 105 anak obes dan 105 anak non-obes berusia 7-8 tahun dan belum mengalam, pubertas. Karakteristik seksual sekunder. yaitu pertumbuhan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan dinila, pada awal penelit.an dan dilakukan setiap 4 bulan selama dua tahun. Anak dikatakan telah mengalami pubertas apabila telah memasuki skala Tanner >32 dan / atau > P2. Survival analisis digunakan untuk memperkirakan waktu te,jadinya pubertas pada kedua kelompok. Regresi Cox digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi kematangan seksual sekunder. Hasil: Rerata (95% K) pertumbuhan tunas payudara (B2) adalah 7,8 tahun (7,7 ke 7 8) pada anak perempuan obes vs 8.6 tahun (8,5 ke 8,6) pada anak non-obes, p <0,001. Rerata (95% K) mulamya pubarche (P2) adalah 8,7 tahun (8,6 ke 8,8) pada anak perempuan obes vs 9 0 tahun (8,9 ke 9,0) pada anak non-obes, p <0,001. Hazard Risk (95% IK) anak obes mengalami kematangan seksual sekunder yang lebih cepat pada tingkat kematangan B2, B3 dan P2 masingmasmg adalah 1,34 (1,19-1,52), 6,91 (3,90-12,24) dan 3,78 (2,42-5,89). Kesrmpulan: Obesitas berkaitan dengan pubertas yang lebih cepat pada anak perempuan. Anak perempuan obes memasuki pubertas sekitar 3 sampai 9 bulan lebih awal dan rekan-rekan mereka yang tidak obes. Kata kunci: obesitas, anak perempuan, kematangan seksual sekunder, pubertas

Background: Worldwide incidence of obesity in children is increasing. Obesity may have many health effects including advancement of sexual maturity. Objective: The aim of the study is to assess the timing of secondary sexual maturation in obese VS. non-obese girls. Methods: The study invited 105 obese and 105 non-obese 7 to 8 years old girls who had not entered puberty. Secondary sexual characteristics, i.e. breast and pubic hair growth were assessed at baseline and every 4 months for two years. Starting of puberty was defined as Tanner stage for secondary sexual maturation of > B2 and/ or > P2. Survival analyses were used to estimate time to puberty in both groups. Cox regressions were used to analyze factors that might affect secondary sexual maturation. Results: Mean (95%CI) onset of breast budding (B2) was 7 8 years (7,7 to 7,8) in obese girls vs. 8.6 years (8,5 to 8.6) in non-obese girls, p<0.001. Mean (95%CI) onset of pubarche (P2) was 8.7 years (8,6 to 8,8) in obese girls vs. 9.0 years (8,9 to 9,0) in non-obese girls, p<0.001. Hazard Ratio (95%CI) of obese girls to experience an earlier secondary sexual maturation at maturity level B2, B3 and P2 were 1.34 (1.19 to 1.52), 6.91 (3.90 to 12.24) and 3.78 (2.42 to 5.89) respectively. Conclusion: Obesity is associated with earlier onset of puberty in girls. Obese girls entered puberty around 3 to 9 months earlier than their non-obese peers. Keywords: obesity, girls, secondary sexual maturity, puberty

Kata Kunci : Obesity,Girls,Secondary sexual maturity,Puberty,Pubertas,Anak perempuan,Kematangan seksual sekunder

  1. S2-FKU-2010-Meiriani_Sari-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FKU-2010-Meiriani_Sari-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-FKU-2010-Meiriani_Sari-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-FKU-2010-Meiriani_Sari-TITLE.pdf