Pengaruh rasio keuangan terhadap kualitas kredit komersial di segmen ritel :: Studi kasus pada Bank BNI cabang Magelang
LESTARI, Ika Windy, Boyke Rudy Purnomo, SE.,MM
2010 | Tesis | S2 Magister ManajemenBank sebagai lembaga mediasi antara pihak pemilik dana dengan pihak yang memerlukan dana akan berperan sebagai penyalur dana berupa kredit kepada pihak ketiga yang membutuhkan (debitor). Hasil yang diperoleh dari penyaluran kredit merupakan salah satu sumber pendapatan bagi suatu bank yaitu berupa bunga yang dibayarkan oleh pihak ketiga kepada bank serta pengembalian pokok pinjaman. Kredit sebagai salah satu sumber pendapatan bagi bank jika tidak dikelola dengan baik, maka akan mendatangkan kerugian bagi bank. Untuk itulah perlu adanya upaya dari pihak bank untuk meminimalisir kerugian yang dapat diderita oleh bank akibat buruknya kualitas kredit dikarenakan para debitor tidak dapat memenuhi kewajibannya dengan baik, yaitu dengan cara melakukan analisa terhadap faktor-faktor risiko kredit seperti pada kerangka 3R (Returns, Repayment Capacity, Risk-Bearing Ability) dan 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) pada saat pemberian kredit dengan teliti dan melakukan pemantauan terhadap faktor-faktor risiko kredit tersebut secara berkala. Tanda atau sinyai terjadinya potensi kesulitan keuangan atau financial distress dapat dilihat pada rasio keuangan perusahaan beberapa waktu sebelum perusahaan tersebut dinyatakan gagal bayar dan tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada berbagai pihak diluar perusahaan. Penelitian ini ingin mengetahui apakah rasio-rasio keuangan mempengaruhi kualitas kredit kredit komersial (umum) segmen ritel di bank BNI cabang Magelang, yaitu dengan menganalisa menggunakan regresi logit beberapa rasio keuangan perusahaan tahun 2006,2007, dan 2008 yang pinjamannya berada pada golongan lancar (Golongan 1, 2) diberi kode 1 sebanyak 30 perusahaan dan yang berada pada golongan tidak lancar (golongan 3, 4, dan 5) diberi kode 0 sebanyak 5 perusahaan dengan menggunakan analisa regresi logit. Rasio keuangan yang dianalisa yaitu Current Rasio (CR), Debt Equity Rasio (DER), profitabilitas (Net Income/Sales), Working Capital/Total Asset, EBIT/Total Asset, Sales/Total Asset, Retained Earning / Total Asset, dan Equity / Total Asset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rasio keuangan yang mempengaruhi kualitas kredit komersial segmen ritel di Bank BNI cabang Magelang, sehingga dimungkinkan justru faktor lainlah yang mempengaruhi gagal bayar suatu perusahaan, seperti karakter debitor, jaminan, kemampuan pemilik dalam mengelola usaha, kondisi perekonomian, dan lainnya, sehingga kualitas kredit di Bank menurun. Dengan melihat hasil tersebut di atas, maka pihak bank harus lebih banyak memperhatikan faktor lain selain faktor keuangan saat menganalisa pemberian kredit.
Bank as a mediator between whom has money and whom need money will be a creditor and will lend some money to the debitor. Bank will get income from credit interest that paid by debitor. Credit as one of source of the income has to manage by the bank. If the bank not manage the credit as good as possible will make the bank loss. To minimize the bank's loss, the officer has to analyze several credit risk factor i.e 3R (Returns, Repayment Capacity, Risk-Bearing Ability) and 5C (Character. Capacity, Capital, Collateral, Condition). We can see the bankruptcy from the debitor's financial ratio from financial statement before they bankrupt. This paper planned to examine independent variables (Financial ratio at 2006,2007, and 2008 from performing loan and non performing loan are Current Rasio (CR), Debt Equity Rasio (DER), profitabilitas (Net Income/Sales), Working Capital/Total Asset, EBIT/Total Asset, Sales/Total Asset, Retained Earning / Total Asset, and Equity / Total Asse) that significantly predict the credit quality at BNI Magelang. Using logit regression analysis, this research found that no independent variables significantly predict the credit quality at BNI Magelang. It means that are another variable predict the credit quality at BNI Magelang such as the character of the debitor, collateral, economic condition, etc. So, the officer has to analyze all of the variables that predict the credit quality.
Kata Kunci : Risiko kredit,Gagal bayar,Rasio keuangan,Credit risk,Financial distress,Financial ratio