Pengelolaan kekayaan personal terkait dengan tingkat toleransi risiko :: Studi kasus pada High Net Worth Individual Indonesia
ROESMANITA, Dyah Ari, Tandelilin Eduardus, Prof.,Dr.,M.B.A
2010 | Tesis | S2 Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi profil risiko klien, serta pengelolaan kekayaan klien berdasarkan tiga pilar arsitektur wealth management. Individu yang menjadi klien dalam tulisan ini adalah seorang dosen di sebuah universitas di Jakarta yang juga merupakan pensiunan karyawan BUMN dan seorang pengusaha. Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis diketahui bahwa pengelolaan kekayaan klien belum optimal karena belum sepenuhnya diproteksi, serta investasi yang dilak:ukan oleh klien terfokus pada aset bisnis dan deposito saja. Selain itu klien juga belum merencanakan dengan matang mengenai biaya pendidikan anak, biaya pernikahan anak, serta tabungan pensiun. Klien berencana untuk pensiun pada usia 65 tahun dan menginginkan agar bisa menikmati rnasa pensiun dengan tidak mengubah gaya hidup seperti ketika sebelum pensiun. Klien merniliki tipe toleransi risiko yang bersifat konservatif, oleh karena itu dalarn tulisan ini penulis merekomendasikan dua skenario investasi yang disesuaikan dengan tipe toleransi risiko klien. Dana untuk investasi berasal dari aset pribadi klien di luar bisnis yang sudah dimiliki klien, yaitu berupa deposito, tabungan, dan kas di tangan. Investasi berdasarkan skenario satu dapat menaikkan pendapatan klien sebesar Rp381.332.800 sedangkan skenario dua dapat menaikkan pendapatan klien sebesar Rp587.772.800. Masing-masing skenario memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain rekomendasi investasi, penulis juga memberikan rekomendasi terkait dengan pilar-pilar dalam arsitek:tur wealth management.
This paper planned to analyze and evaluate the client's risk profile, and also the management of client's wealth based on three pillars of wealth management architecture. A Person who became client in this paper is a lecturer at a university in Jakarta, which is also a retired from state employee and an entrepreneur. Based on the analysis and evaluation, it found that wealth management is not optimal because client has not fully protected his wealth, as well as investments were made by the client focusing only on business assets and deposits. In addition, client also has not yet fully planning on children's education expenses, marriage expenses of children, and retirement savings. The client plans to retire at age 65 years and wanted to be able to enjoy retirement with no change in lifestyle such as before retiring. Client's type of risk tolerance is conservative, therefore in this papers, the author recommends two investment scenarios based on client's type of risk tolerance. The funds for investment are from the client's personal assets outside the business who already owned by the client, namely the form of deposits, savings, and cash on hand. Investment based on the scenario one can increase client revenues by Rp381.332.800 while scenario two can increase client revenues by Rp587.772.800. Each scenario has advantages and disadvantages. In addition to investment recommendations, the authors also provide recommendations related to the pillars in the architecture wealth management.
Kata Kunci : Pengelolan kekayaan,Toleransi risiko,Investasi